Dedi Mulyadi Bantah Isu Bonus Persib dari Dana BJB, Tegaskan Bersumber dari Tabungan Pribadi dan Hasil Penjualan Sapi
CIREBON – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah tudingan yang beredar di media sosial terkait sumber dana bonus sebesar Rp1 miliar yang diberikan kepada Persib Bandung. Dedi menegaskan bahwa dana tersebut sepenuhnya berasal dari tabungan pribadinya dan hasil penjualan sapi, bukan dari dana Bank BJB sebagaimana isu yang beredar.
Pernyataan itu disampaikan Dedi saat berada di Kota Cirebon dalam perjalanan menuju Kabupaten Indramayu usai menghadiri kegiatan Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi mengungkapkan bahwa dirinya akan melanjutkan agenda kerja dengan meresmikan sebuah pabrik di Indramayu yang disebut akan menyerap ribuan tenaga kerja.
“Kami berharap pabrik-pabrik di Jawa Barat terus beroperasi agar warga Jabar memiliki kesempatan bekerja,” ujarnya.
Namun, di tengah agenda tersebut, Dedi menyoroti adanya unggahan di media sosial yang menuduh dirinya memberikan bonus kepada Persib Bandung menggunakan dana dari Bank BJB dengan dalih hasil penjualan anak sapi.
Ia mengaku telah mengetahui informasi tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada pihak yang membuat unggahan tersebut, sembari menegaskan bahwa tudingan itu tidak benar.
Menurut Dedi, proses pemberian bonus tersebut telah dipublikasikan secara terbuka melalui kanal YouTube dan akun media sosial pribadinya. Dalam tayangan tersebut, ia memperlihatkan proses pengambilan dana sebesar Rp800 juta dari rekening pribadinya yang berada di Bank BJB.
Dedi menjelaskan bahwa rekening tersebut merupakan rekening tabungan miliknya sendiri yang diisi secara berkala dari berbagai sumber penghasilan pribadi. Selain itu, hasil penjualan sapi dari peternakan yang dimilikinya juga disetorkan ke rekening yang sama.
“Nilai yang diambil dari BJB sebesar Rp800 juta merupakan uang dari tabungan pribadi saya yang ada di rekening BJB. Tabungan itu berasal dari penghasilan yang saya miliki dan juga hasil penjualan sapi,” katanya.
Ia menambahkan, dana Rp800 juta yang diambil dari rekening tersebut kemudian ditambah Rp200 juta yang telah dibawa dari rumah, sehingga total bonus yang diberikan kepada Persib Bandung mencapai Rp1 miliar.
Dedi mengatakan, keterbukaan proses tersebut sengaja dilakukan agar tidak menimbulkan fitnah atau spekulasi di masyarakat. Meski demikian, menurutnya masih ada pihak-pihak yang berupaya memelintir informasi dan menyebarkan berita yang dinilainya tidak sesuai fakta.
“Kalau dituduh uangnya bersumber dari Bank BJB atau hasil jual anak sapi, silakan dicek saja. Nanti bisa dilihat apakah ada uang masuk Rp1 miliar dari BJB seperti yang dituduhkan,” ujarnya.
Meski menjadi sasaran berbagai tudingan, Dedi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Ia bahkan menyebut sebagian besar masyarakat tidak mempercayai informasi yang beredar.
“Saya melihat hampir 99 persen warganet tidak mempercayai berita bohong tersebut,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Dedi berharap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang tidak benar dapat menyadari perbuatannya. Ia juga menegaskan tidak menyimpan dendam dan memilih untuk memaafkan.
“Semoga yang membuat berita bohong ini segera disadarkan. Saya memaafkan, karena mungkin itu memang pekerjaannya setiap hari,” tutup Dedi.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7647699207494716690



