Puncak Hari Jadi Tatar Sunda: Kolaborasi Budaya Pajajaran-Majapahit dan Penegasan KDM Soal Efisiensi Anggaran Daerah
BANDUNG – Puncak peringatan Hari Jadi Tatar Sunda berlangsung meriah hingga melintasi tengah malam pada tanggal 18 Mei 2026. Acara yang dikemas dalam bentuk pergelaran drama kolosal sejarah ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga panggung rekonsiliasi kultural yang unik, serta dihadiri oleh jajaran pejabat negara, seniman nasional, hingga musisi legendaris asal Malaysia.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat dan tamu undangan yang memiliki kesabaran untuk menyaksikan pertunjukan bermuatan emosional tersebut hingga tuntas selama hampir tiga jam.
Sutradara ‘Wong Majapahit’ di Kisah Pajajaran
Dalam pidato penutupnya, Dedi Mulyadi menyoroti sebuah fakta unik di balik layar produksi drama kolosal yang mengangkat sejarah Pajajaran tersebut. Ia mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian orkestrasi, produksi, dan penyutradaraan pertunjukan ini justru dipimpin oleh budayawan terkemuka, Sujiwo Tejo.
“Hari ini cerita tentang Pajajaran diproduksi, disutradarai, dan diorkestrasi seluruh kegiatannya oleh Sujiwo Tejo, Wong Majapahit (orang Jawa/Majapahit) tapi sekolahnya di ITB,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa bangsa Indonesia telah berhasil menyelesaikan problem warisan konflik kultural masa lalu. Menurutnya, bangsa lain di dunia hingga hari ini masih banyak yang terjebak dalam lingkaran permusuhan karena terus mewariskan kebencian antar-generasi, seperti konflik yang terjadi di Timur Tengah.
“Kita tidak pernah mewariskan kebencian. Dan yang paling penting ke depan, sebagai Gubernur, kalau leluhur kita tidak mewariskan kebencian, maka saya tidak boleh mewariskan utang terhadap negara,” tegasnya. Sebagai rencana keberlanjutan, Dedi membocorkan bahwa tema pertunjukan untuk tahun depan adalah peristiwa “Bubat”, yang kembali akan diproduseri oleh figur dari latar belakang Majapahit.
Klarifikasi Anggaran dan Keuntungan Finansial Daerah
Di tengah sorotan publik terkait pembiayaan rangkaian acara kebudayaan yang berlangsung selama satu bulan penuh, Dedi Mulyadi memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan klarifikasi tegas mengenai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia menyatakan dengan tegas bahwa kegiatan ini tidak membebani kas daerah sama sekali melainkan mengandalkan skema kerja sama dan dukungan kemitraan.
“Banyak orang kemarin berdebat saya menghabiskan APBD. Untuk seluruh rangkaian kegiatan yang dibuat dalam satu bulan ini, saya tidak mengambil satu rupiah pun dari anggaran daerah,” kata Dedi.
Bahkan, ia mengungkapkan bahwa pergelaran ini membawa dampak ekonomi positif langsung (multi-platform financing) bagi perbankan daerah. Bank BJB selaku mitra strategis mencatatkan keuntungan besar dari program penempatan dana massal (top-up) dari para mitra penonton yang hadir dalam pergelaran budaya tersebut. Nilai komitmen investasi baru yang masuk ke Bank BJB dilaporkan menyentuh angka Rp70 miliar.
Program Teater Masuk Sekolah
Melihat antusiasme penonton dan dampak emosional positif dari seni pertunjukan tradisional, Dedi menekankan pentingnya menyediakan tontonan yang juga berfungsi sebagai tuntunan bagi generasi muda. Ia merasa resah dengan banyaknya konsumsi media digital saat ini yang dinilai berpotensi meracuni rasio dan masa depan anak-anak.
Gubernur Jawa Barat tersebut berencana mengeluarkan kebijakan instruksional di sektor pendidikan formal, berupa program “Teater Masuk Sekolah”. Melalui program ini, setiap lembaga sekolah akan diwajibkan untuk melatih kreativitas peran para siswa.
“Nanti saya bikin surat edaran, setiap pagelaran kenaikan kelas harus diisi dengan pagelaran teater,” ucap Dedi.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Penampilan Emi ‘Search’ Malaysia
Puncak acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi negara dan tokoh publik nasional. Tampak hadir di panggung utama di antaranya menteri kabinet, Wakil Gubernur Jawa Barat, jajaran Komandan Kodiklat, Panglima Komando Marinir, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, serta jajaran Direktur Utama Bank BJB. Kalangan selebritas senior seperti Nia Daniaty dan Cintami Atmanegara, hingga tokoh pengusaha Mardigu Wowiek juga tampak di barisan tamu.
Suasana malam semakin meriah dengan kehadiran kejutan dari penyanyi legendaris asal Malaysia, Amy (vokalis band Search). Didampingi komedian papan atas Jawa Barat, Ohang, Amy Search naik ke atas panggung utama membawa romansa nostalgia.
Musisi legendaris tersebut menghibur ribuan penonton yang bertahan hingga dini hari dengan menyanyikan lagu hit romantis “Cinta Kita” secara langsung, mengakhiri puncak perayaan budaya tatar Sunda dengan penuh kehangatan lintas negara.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=p_TQtXOLM-Q


