27 TAHUN KISRUH PASAR CICADAS KOTA BANDUNG | KINI PEDAGANG SIAP DIBONGKAR

BANDUNG – Permasalahan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Cicadas, Kota Bandung, yang telah berlangsung selama puluhan tahun, kini mulai menemui titik terang melalui pendekatan dialogis dan humanis yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Dalam kunjungannya langsung ke lokasi, ia menawarkan solusi nyata berupa jaminan lapangan pekerjaan baru bagi para pedagang yang terdampak pembongkaran lapak.

Langkah ini diambil setelah melihat langsung kondisi riil di lapangan, di mana mayoritas kios dan lapak PKL di sepanjang trotoar jalan provinsi tersebut sudah banyak yang kosong, tidak berfungsi, atau hanya menghasilkan pendapatan yang sangat minim bagi para pedagang yang bertahan. Berdasarkan pengakuan salah satu pedagang setempat, penghasilan bersih dari berjualan rokok dan kopi harian kerap kali tidak menentu dan berada di bawah standar kebutuhan hidup layak.

Merespons kondisi tersebut, Kang Dedi Mulyadi menawarkan program alih profesi kepada para pedagang untuk menjadi petugas kebersihan kota di bawah pengelolaan pemeliharaan fasilitas jalan provinsi. Melalui program ini, para mantan pedagang ditawarkan kepastian penghasilan harian yang disesuaikan dengan standar upah minimum kota (UMK).

“Langkah ini diambil agar Kota Bandung menjadi lebih bersih dan rapi, sementara di sisi lain rakyat kecil tetap memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang jauh lebih baik dan pasti demi mengatasi kemiskinan. Pemerintah harus mengefisiensikan anggaran untuk dialokasikan langsung pada pekerjaan riil yang menyentuh masyarakat,” ujar Kang Dedi Mulyadi.

Para pedagang menyambut positif tawaran alih profesi tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mengosongkan serta membongkar kios mereka secara sukarela. Proses pendataan identitas para pedagang yang berminat langsung dilakukan di lokasi demi memastikan transisi berjalan lancar.

Sebagai bentuk kepedulian atas masa transisi sebelum mereka resmi mulai bekerja sebagai petugas kebersihan, Kang Dedi Mulyadi juga memborong seluruh barang dagangan yang tersisa milik para pedagang yang ditemuinya, mulai dari pedagang asongan, ikan, hingga kacamata keliling, serta memberikan bantuan modal hidup sementara. Pembongkaran bangunan kios selanjutnya akan dibantu menggunakan alat berat agar material besi dan kayu sisa lapak dapat dimanfaatkan kembali oleh para pedagang.

Melalui penataan yang humanis ini, kawasan trotoar Pasar Cicadas diharapkan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya guna mengembalikan keasrian ruang publik di Kota Bandung tanpa harus mengorbankan kesejahteraan ekonomi warga kecil.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ctAnh_mYtiw