PENDETA DAN AKADEMISI ASAL PAPUA TEMUI KDM DI LEMBUR PAKUAN | INI YANG DIBICARAKAN

Pengurus pusat komunitas profesional global Analisis Papua Strategis (APS) melakukan kunjungan kehormatan menemui Kang Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Subang. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mendiskusikan paradigma baru pembangunan Papua yang berbasis pada nilai-nilai kebudayaan, sekaligus menyerahkan undangan resmi kepada Kang Dedi Mulyadi untuk hadir sebagai pembicara utama tunggal pada Konferensi Tahunan APS di Jayapura.

Ketua Analisis Papua Strategis yang juga merupakan akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom, menyampaikan bahwa fokus pembangunan Papua memerlukan pendekatan inovatif yang menyentuh aspek kearifan lokal (etnosains), bukan sekadar pendekatan keamanan ataupun teknokrasi semata. Pihaknya menilai konsistensi Dedi Mulyadi dalam mempertahankan eksistensi kebudayaan di Jawa Barat menjadi inspirasi penting yang dapat diadaptasi dalam merumuskan strategi percepatan pembangunan di enam provinsi dan tujuh wilayah adat Papua.

Dalam diskusi tersebut, KDM menyambut hangat kehadiran rombongan dan menyatakan kesiapannya untuk memenuhi undangan tersebut sepanjang tidak ada agenda darurat lain yang berbenturan. KDM menegaskan bahwa kearifan lokal masyarakat adat, seperti model rumah pohon tradisional di Korowai, sebenarnya merupakan sebuah bentuk sains tingkat tinggi. Melalui pendekatan filosofis tersebut, masyarakat terbukti mampu bertahan hidup secara harmonis tanpa merusak ekosistem alam sekitar.

Lebih lanjut, KDM menggarisbawahi pentingnya mengubah cara pandang luar terhadap masyarakat Papua. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah membentuk pola hidup masyarakat yang cenderung selaras dengan ketersediaan alam, sehingga tidak tepat jika dinilai dengan standar produktivitas industrialistik yang memicu eksploitasi berlebihan. Kang Dedi juga menyarankan agar penguatan sumber daya manusia (SDM) muda Papua difokuskan pada penguasaan sektor-sektor strategis yang berbasis keunggulan wilayah, seperti ahli pertambangan asli daerah, kelautan, transportasi, ekologi, dan infrastruktur penunjang, serta meminimalkan politisasi yang berlebihan.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut juga dihadiri oleh perwakilan tokoh agama, Pendeta Cirenei, yang turut aktif memberikan pemahaman serta pendampingan psikososial dan kebangsaan bagi generasi muda Papua. Pihak APS berharap kehadiran tokoh nasional yang memiliki kepedulian mendalam terhadap akar budaya seperti Kang Dedi Mulyadi mampu memicu lompatan peradaban baru serta memperkuat sinergi pembangunan nasional dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=AX6mvgWAkDI