MAHKOTA BINOKASIH | JEJAK PERADABAN PADJAJARAN NEGERI KAYA RAYA
Dalam upaya melestarikan nilai-nilai luhur dan memperkuat identitas budaya, Keraton Sumedang Larang menyelenggarakan prosesi sakral Kirab Mahkota Binokasih. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menelusuri kembali jejak sejarah Kerajaan Pajajaran dan memperkenalkannya kepada generasi muda serta masyarakat luas.
Mahkota Binokasih, yang merupakan simbol kekuasaan dan kedaulatan tanah Sunda, diarak melalui rute bersejarah yang melintasi berbagai wilayah di Jawa Barat. Prosesi ini dimulai dari Keraton Sumedang Larang dan direncanakan singgah di lokasi-lokasi yang memiliki keterkaitan historis kuat, seperti Alun-alun Kawali, Kampung Naga, Kebun Raya Batu Tulis, hingga puncaknya di Kota Bandung di area Gedung Sate.
Kang Dedi Mulyadi, yang hadir dalam acara tersebut, menekankan bahwa Mahkota Binokasih bukan sekadar benda mitologi, melainkan fakta sejarah yang telah divalidasi secara akademik melalui kajian pakar dari ITB. Ia menyatakan bahwa mahkota ini merupakan bukti nyata tingginya peradaban logam dan estetika bangsa Sunda di masa lampau.
“Prosesi ini adalah spirit bagi kita untuk kembali membangun nilai-nilai luhur. Kita memiliki sejarah panjang dengan peradaban yang sangat tinggi, terlihat dari seni musik yang lembut hingga busana kerajaan yang fashionable,” ujar Kang Dedi Mulyadi.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kirab kali ini dikemas dengan menonjolkan aspek kebudayaan tradisional murni, meninggalkan penggunaan kendaraan modern seperti mobil jeep. Mahkota diarak menggunakan kereta kencana disertai dengan upacara adat yang khidmat dan visualisasi seni yang memukau.
Selain fungsi pelestarian budaya, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui pelibatan UMKM di setiap titik persinggahan kirab. Kedepannya, agenda ini diharapkan menjadi kegiatan rutin dalam rangka “Milangkala Tatar Sunda” yang melibatkan seluruh wilayah rumpun budaya Sunda, termasuk Banten dan sebagian Jawa Tengah.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik rasa bangga bagi masyarakat Sunda akan akar budayanya, serta menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat memajukan daerah.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=hgrS4TcB5AY



