Update RKUD Jabar 29 April 2026: Penerimaan Rp35,23 Miliar, Saldo Kas Tembus Rp505,52 Miliar

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menyampaikan pembaruan posisi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) per Rabu, 29 April 2026 secara terbuka kepada publik.

Penyampaian ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan oleh masyarakat Jawa Barat.

Penerimaan Daerah Capai Rp35,23 Miliar

Hingga pukul 17.00 WIB, realisasi penerimaan daerah tercatat sebesar Rp35.233.094.864. Pendapatan tersebut berasal dari sejumlah komponen, dengan rincian sebagai berikut:

* Pajak kendaraan bermotor: Rp15.916.366.400
* Bea balik nama kendaraan bermotor: Rp18.158.098.300
* Pajak air permukaan: Rp201.213.200
* Pajak alat berat: Rp43.418.100
* Opsen pajak mineral bukan logam dan batuan: Rp6.726.000
* Retribusi daerah: Rp93.468.550
* Lain-lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah: Rp813.804.314

Pengeluaran Daerah Rp14,62 Miliar

Sementara itu, total pengeluaran daerah hingga waktu yang sama mencapai Rp14.625.060.829, dengan rincian:

* Belanja pegawai: Rp47.167.132
* Belanja barang dan jasa: Rp11.695.172.256
* Belanja modal: Rp2.812.821.441
* Belanja bantuan keuangan ke pemerintah desa: Rp69.900.000

Saldo Kas Tembus Rp505,52 Miliar

Dengan komposisi tersebut, saldo kas RKUD Provinsi Jawa Barat hingga saat ini tercatat sebesar Rp505.524.382.870.

Transparansi dan Partisipasi Publik

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa transparansi keuangan bukan sekadar penyampaian angka, melainkan fondasi utama dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

Melalui Balai Pananggahan, pemerintah juga kembali menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, khususnya dalam membayar pajak, sebagai sumber energi utama bagi kemajuan pembangunan daerah.

“Partisipasi warga dalam membayar pajak adalah energi bagi kemajuan kita bersama,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut.

Dengan keterbukaan informasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami kondisi keuangan daerah serta terus berkontribusi dalam mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju dan istimewa.

sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7634170368554585352