SOPIR ANGKOT BIKIN MACET DI PASAR LEMBANG | INI KEBIJAKAN YANG DIAMBIL

Dalam upaya mengurai kemacetan kronis di kawasan Pasar Lembang sekaligus meningkatkan taraf hidup para pengemudi transportasi umum, sebuah inisiatif kebijakan baru diperkenalkan. Program ini berfokus pada pengalihan fungsi tenaga kerja dari sopir angkutan kota (angkot) menjadi pengemudi armada angkutan sampah milik pemerintah provinsi.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi di lapangan di mana populasi angkot yang berlebih tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang tersedia. Hal ini memicu praktik parkir liar di badan jalan yang menjadi sumber utama kemacetan di Lembang. Selain itu, pendapatan rata-rata sopir angkot yang tidak menentu seringkali hanya mencapai Rp60.000 per hari setelah dipotong setoran menjadi alasan kuat perlunya intervensi ekonomi.

Peningkatan Pendapatan dan Kepastian Kesejahteraan

Melalui program alih profesi ini, para sopir ditawarkan posisi sebagai pengemudi mobil bak terbuka (mobil sampah) yang bertugas menjaga kebersihan jalan-jalan provinsi. Skema ini menawarkan kepastian pendapatan bulanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan hasil menarik angkot. Estimasi kenaikan pendapatan diproyeksikan dari yang semula tidak menentu menjadi pendapatan tetap bulanan yang lebih layak untuk menghidupi keluarga.

Kebijakan Moratorium Peremajaan Angkot

Selain menawarkan alih profesi, kebijakan ini juga mencakup penghentian (moratorium) peremajaan armada angkot secara bertahap. Armada angkot yang sudah berusia tua dan tidak layak jalan diarahkan untuk masuk “kandang” dan tidak diganti dengan unit baru.

Tujuan dari kebijakan ini adalah:

1. Mengurangi Kemacetan: Dengan berkurangnya jumlah unit angkot di jalanan, beban kapasitas jalan di area pasar dan pusat wisata akan menurun secara signifikan.
2. Keseimbangan Penumpang: Bagi sopir yang memilih tetap bertahan, pengurangan jumlah armada akan secara otomatis meningkatkan peluang mereka mendapatkan penumpang yang lebih banyak dan merata.
3. Efisiensi Transportasi: Mendorong terciptanya ekosistem transportasi yang lebih tertata dan ramah bagi wisatawan serta masyarakat lokal.

Pendataan dan Implementasi

Proses pendataan bagi para sopir yang bersedia beralih menjadi kru kebersihan mulai dilakukan. Pemerintah akan menyiapkan armada truk sampah kecil (mobil bak) yang sesuai untuk mobilitas di jalur-jalur sempit maupun jalur protokol.
Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi dua arah: menyelesaikan persoalan kemacetan yang mengganggu roda ekonomi pariwisata Lembang, sekaligus memberikan jaminan hari tua dan kesejahteraan yang lebih pasti bagi para pekerja sektor transportasi tradisional.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=BEEga4rHIy4