BU GURU ATUN BUKAN HANYA MEMAFKAN SISWA – TAPI SUMBANGKAN DANA 25 JT UNTUK ANAK YATIM

Purwakarta – Sebuah video yang memaparkan aksi kurang sopan sekumpulan murid terhadap guru mereka di dalam kelas baru-baru ini viral di media sosial. Walau bagaimanapun, reaksi yang ditunjukkan oleh guru yang terlibat, Ibu Atun, telah menyentuh hati banyak pihak dan menjadi simbol kemuliaan budi seorang pendidik.

Ibu Atun, seorang guru Pendidikan Pancasila di SMAN 1 Purwakarta, mengakui bahawa dia tidak menyedari tindakan murid-muridnya di belakangnya semasa sesi pembelajaran sedang berlangsung. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima kiriman video dari para alumni yang merasa sakit hati melihat gurunya diperlakukan demikian.

Memilih Jalan Memaafkan

Ibu Atun memilih untuk tidak menyimpan dendam. Beliau menegaskan bahawa tugas seorang guru adalah untuk membina karakter murid, dari yang tidak baik menjadi baik. Baginya, setiap anak didik mempunyai masa depan yang panjang dan kesilapan yang dilakukan tidak seharusnya menutup peluang mereka untuk berubah.

Beliau menerima permohonan maaf dari murid-muridnya dengan hati yang terbuka dan menganggap kejadian tersebut sebagai satu proses pembelajaran emosi dan spiritual bagi mereka.

Sumbangan untuk Anak Yatim

Keikhlasan dan kesabaran Ibu Atun mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Sebagai tanda penghargaan atas dedikasi dan keluhuran budinya, Kang Dedi Mulyadi memberikan sumbangan sebanyak Rp25 juta kepada Ibu Atun.

Namun, apa yang lebih mengagumkan adalah keputusan spontan Ibu Atun. Tanpa berfikir panjang, beliau menyatakan bahwa keseluruhan uang tersebut akan disumbangkan kepada sebuah yayasan anak yatim.
“Saya niatkan untuk berbagi. Dana ini saya sumbangkan kepada anak-anak yatim agar keberkahannya kembali kepada semua” ucap Ibu Atun.

Transformasi Kemudahan Sekolah

Selain memberikan penghargaan kepada Ibu Atun, kunjungan tersebut juga membawa dampak positif bagi fasilitas sekolah. Guna menunjang kenyamanan belajar, akan dilakukan pembaruan fasilitas berupa pemasangan unit pendingin udara (AC) di ruang-ruang kelas dan ruang guru.

Kisah Ibu Atun menjadi pengingat bagi dunia pendidikan tentang pentingnya kecerdasan spiritual dan emosional, baik bagi pengajar maupun peserta didik, dalam menghadapi dinamika di sekolah.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=eeM-_7GPTbs