Nostalgia Sate Maranggi Plered: KDM Ajak Menteri PKP Cicipi Kuliner Khas Sambil Pantau UMKM Gerabah

PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melakukan kunjungan kerja sekaligus nostalgia kuliner di kawasan Plered, Purwakarta. Dalam kesempatan tersebut, KDM mengajak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk mencicipi Sate Maranggi Plered yang melegenda.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda makan siang biasa, melainkan bagian dari upaya KDM dalam mempromosikan UMKM lokal, mulai dari industri gerabah hingga wisata kuliner berbasis kerakyatan yang ada di wilayah Jawa Barat.

Nostalgia Sate Ajuk dan Tradisi Hitung Tusuk

Bagi KDM, sate di kawasan Plered memiliki nilai historis tersendiri. Ia mengenang masa-masa menjadi mahasiswa saat sering menyantap “Sate Ajuk”, salah satu kedai langganannya. KDM menjelaskan kepada Menteri PKP mengenai keunikan Sate Maranggi Plered yang cara penghitungannya masih menggunakan sistem tradisional, yakni menghitung jumlah tusuk sate yang telah dimakan.

“Sate Maranggi di tiap daerah itu beda-beda. Ada khas Wanayasa, Bojong, Cibungur, dan yang kita makan ini khas Plered. Ciri khasnya ada pada bumbu kecap dan dagingnya yang sudah dibumbui sebelum dibakar,” ujar KDM sambil mendampingi Menteri PKP yang tampak lahap menikmati 21 tusuk sate dalam satu sesi.

Pantau Lesunya Industri Gerabah Plered

Sebelum bersantap sate, KDM menyempatkan diri meninjau toko-toko keramik dan gerabah di sepanjang jalur Plered. Ia mencatat adanya penurunan penjualan di tingkat ritel atau toko pinggir jalan sejak beralihnya jalur transportasi utama ke jalan tol.

Meski pengiriman barang skala industri ke luar daerah masih berjalan lancar, KDM menekankan pentingnya menjadikan Plered sebagai destinasi wisata tujuan, bukan sekadar jalur lintasan. Ia berencana menata kawasan tersebut agar gerbang masuk Plered benar-benar mencerminkan identitas sebagai kawasan penghasil gerabah kelas dunia.

“Industri gerabah kita tidak boleh lesu. Kita akan dorong agar pembangunan rumah di Jawa Barat, termasuk program rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 40.000 unit, menggunakan produk lokal seperti genteng dari Plered dan Jatiwangi,” tegas KDM.

Sinergi Perumahan dan Ekonomi Rakyat

Menteri PKP Maruarar Sirait menyambut positif inisiatif KDM dalam menyinergikan program perumahan dengan pemberdayaan UMKM lokal. Dedi Mulyadi bahkan berencana mengundang para pedagang sate dari Plered untuk hadir dalam acara syukuran penyelesaian proyek apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta nanti.

“Ekonomi rakyat harus bergerak. Rumah terbangun, genteng makmur, dan pedagang sate juga kebagian rezeki,” tutur Dedi Mulyadi di tengah diskusi hangat mengenai pembangunan hunian vertikal bagi buruh di kawasan industri bersama Menteri PKP Maruarar Sirait.

Kunjungan diakhiri dengan KDM yang memborong sejumlah kerajinan gerabah unik sebagai bentuk dukungan langsung kepada para pengrajin lokal, sembari memastikan keberlanjutan ekonomi kreatif di Purwakarta tetap terjaga.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ZQk_ExN6O9s