KDM Beri Kompensasi Rp 10 Juta bagi Warga Terdampak Longsor dan Penertiban di Lembang
KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan perhatian serius bagi warga yang terdampak bencana longsor serta penertiban lapang di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Gedung Sate, KDM membagikan dana kompensasi masing-masing sebesar Rp 10 juta kepada lima keluarga yang rumahnya hancur akibat longsor serta sejumlah pedagang kecil.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial pemerintah dalam memastikan warga tidak kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal setelah dilakukan penataan kawasan.
Solusi Hunian Permanen untuk Korban Longsor
Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah penanganan lima kepala keluarga yang kehilangan rumah akibat longsor di atas tanah milik PDAM. KDM menginstruksikan Lurah setempat untuk segera mencarikan lahan seluas kurang lebih 300 meter persegi di lokasi yang aman untuk dibangunkan hunian baru.
“Cari tanah yang murah untuk lima rumah. Nanti dibeli oleh provinsi. Ukuran 40 sampai 50 meter persegi per rumah sudah cukup. Kita akan bangunkan model rumah panggung Sunda agar lebih aman dari risiko longsor,” tegas KDM di hadapan warga.
Saat ini, warga terdampak masih menempati rumah kontrakan yang dibiayai menggunakan Dana Desa selama dua bulan sebagai langkah penanggulangan darurat.
Modal Usaha bagi Pedagang Kecil
Selain korban longsor, KDM juga memberikan santunan modal kepada pedagang kecil yang lapaknya dibongkar dalam rangka revitalisasi kawasan. Ia menekankan agar dana Rp 10 juta tersebut digunakan secara bijak untuk memutar roda ekonomi, bukan sekadar dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif menjelang Lebaran.
“Gunakan uang ini untuk modal usaha yang benar. Kalau pinjam ke Bank Emok (pinjaman ilegal), bunganya sangat mahal, sampai 10 persen. Manfaatkan bantuan ini untuk berdagang sayuran, kopi, atau usaha lainnya di tempat yang lebih layak nantinya,” ujar KDM.
Warga yang menerima bantuan memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam, mulai dari pedagang sayuran di pasar dengan penghasilan Rp 100 ribu per hari, linmas desa, sopir angkutan tahu, hingga lansia yang bekerja sebagai petugas parkir.
Revitalisasi Berbasis Kemanusiaan
KDM menyatakan bahwa meskipun penertiban lapang dan bangunan liar harus dilakukan demi keindahan dan ketertiban sekolah serta fasilitas publik, aspek kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama. Ia menginginkan kawasan Lembang tertata rapi seperti daerah lain yang telah direvitalisasi, namun dengan tetap memberikan solusi nyata bagi rakyat kecil.
“Minta maaf kalau Gubernur galak soal beberes (berbenah), tapi tujuannya agar tertata. Berkah dari perapian lapang ini, sekolah jadi bagus dicat, dan warga yang terkena bencana juga bisa terurus,” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan pembagian dana secara langsung kepada warga yang hadir, yang disambut dengan rasa syukur oleh para penerima bantuan di tengah tekanan ekonomi menjelang hari raya.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=q6ZW7CSC8Nw



