Gubernur Jawa Barat Apresiasi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor: Kontribusi Rakyat Wujudkan Jalan Mulus dan Pembangunan Merata

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah taat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Menurutnya, kepatuhan warga Jawa Barat dalam membayar pajak menjadi fondasi utama keberlanjutan pembangunan daerah, terutama di tengah beratnya tantangan fiskal yang dihadapi pada tahun 2026.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa PKB merupakan sumber pendapatan terbesar Provinsi Jawa Barat. Tingginya partisipasi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor tercermin dari jumlah wajib pajak aktif yang terus meningkat. Dari sebelumnya rata-rata berada di kisaran 10–11 juta kendaraan per tahun, kini jumlah kendaraan yang membayar pajak telah melampaui 12,5 juta unit.

“Ini menunjukkan kesadaran publik semakin tinggi. Masyarakat merasakan bahwa pajak yang dibayarkan benar-benar kembali kepada mereka dalam bentuk pembangunan,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan, dana pajak kendaraan bermotor telah diwujudkan dalam berbagai pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat, seperti jalan yang lebih mulus dan lebar, penerangan jalan umum (PJU), drainase yang tertata, trotoar, taman, hingga penguatan sistem CCTV di berbagai wilayah Jawa Barat.

Menurut Dedi, kebahagiaan masyarakat atas fasilitas dasar tersebut menjadi pengingat penting bahwa pembangunan harus berpihak pada kebutuhan nyata rakyat, termasuk wilayah pinggiran yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau. Ia menegaskan, prioritas pembangunan ke depan akan lebih diarahkan pada daerah-daerah yang membutuhkan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Di tengah tekanan APBD Jawa Barat 2026, mulai dari pengurangan dana bagi hasil pajak dari pemerintah pusat, beban pembayaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pembiayaan Bandara Kertajati, hingga kewajiban lainnya, Dedi Mulyadi memastikan pemerintah daerah tetap menjaga komitmen untuk mengelola anggaran secara bertanggung jawab dan transparan.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan berbagai langkah penghematan, termasuk pembatasan kegiatan seremonial, pemangkasan belanja operasional, hingga penghapusan perjalanan dinas, demi memastikan anggaran lebih banyak dialokasikan untuk kepentingan masyarakat.

“Rakyat kita luar biasa. Diberi jalan yang baik dan penerangan yang layak saja sudah bahagia. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jaga,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Dedi Mulyadi kembali mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor, seraya mendoakan agar setiap rupiah pajak yang dibayarkan membawa keberkahan dan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang lebih baik.