KDM Sebut Biaya Pembangunan PLTSa di Jabar Dibiayai Danantara
BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Danantara akan membiayai penuh pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Jawa Barat. Kepastian ini diperoleh setelah Dedi bertemu dengan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, di Jakarta, belum lama ini.
Proyek tersebut akan dikerjakan langsung oleh perusahaan Danantara dan ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan. Menariknya, pemerintah daerah tidak akan mengeluarkan dana sepeser pun, karena seluruh kebutuhan mulai dari pembebasan lahan hingga perencanaan akan ditanggung oleh badan investasi yang dibentuk Presiden Prabowo tersebut.
“Semua oleh Danantara,” kata Dedi Mulyadi saat dikonfirmasi, Jumat (10/10).
Menurut Dedi, komitmen ini menjadi kabar baik bagi warga Jawa Barat karena dapat menjadi solusi nyata terhadap persoalan sampah yang selama ini membebani daerah.
“Buat warga Jawa Barat, urusan sampah nggak usah pusing lagi. Danantara akan segera membangun pembangkit listrik tenaga sampah hampir di seluruh wilayah Jawa Barat. Dua tahun ke depan, insyaallah sampahnya hilang, listriknya terang,” ujarnya.
Dedi menegaskan, pembangunan PLTSa ini merupakan langkah konkret Pemprov Jabar dalam menangani persoalan sampah sekaligus menghadirkan sumber energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kehadiran pembangkit ini bukan hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi. Terima kasih atas nama warga Jabar,” tutur mantan Bupati Purwakarta itu.
Rencana Danantara membiayai proyek PLTSa juga mendapat dukungan dari para bupati dan wali kota di Jawa Barat. Meski dana transfer daerah tahun 2026 dipastikan akan mengalami pemangkasan, Dedi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Pertemuan antara Dedi dan Rosan turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, serta sejumlah kepala daerah di antaranya Bupati Cianjur, Bupati Purwakarta, Bupati Bogor, Bupati Bandung Barat, Wali Kota Bogor, Bupati Bekasi, Bupati Sukabumi, dan Kepala DPMPTSP Jabar.



