Baru Diluncurkan KDM, Ribuan Akun Mengakses Aplikasi Nyari Gawe

Aplikasi pencarian kerja “Nyari Gawe” yang baru saja diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat langsung mendapat sambutan luar biasa. Hingga Kamis (9/10), tercatat 9.726 pencari kerja telah melamar pekerjaan melalui platform digital tersebut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan, jumlah pelamar terbanyak berasal dari Kabupaten Karawang sebanyak 994 orang, disusul Kabupaten Subang (992 orang), dan Kabupaten Indramayu (883 orang).

Daerah lain yang juga menunjukkan antusias tinggi antara lain Kabupaten Bandung (628 orang), Cirebon (561 orang), Purwakarta (528 orang), Kota Bandung (517 orang), Cianjur (481 orang), Bandung Barat (442 orang), serta Kabupaten Bogor (431 orang).

“Antusiasme warga untuk mencari atau melamar pekerjaan lewat aplikasi Nyari Gawe sangat tinggi. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk bekerja masih luar biasa,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10).

Peluncuran aplikasi Nyari Gawe dilakukan langsung oleh Dedi di PT Sun Bright Lestari, Kabupaten Indramayu, Selasa (7/10/2025). Aplikasi ini diharapkan menjadi terobosan dalam mempertemukan pelaku industri dengan calon tenaga kerja lokal secara cepat, efisien, dan transparan.

Mekanisme pendaftaran di aplikasi tersebut dibuat sederhana. Data pencari kerja yang terdaftar—seperti nama dan nomor telepon—akan diteruskan Dinas Tenaga Kerja ke perusahaan yang sedang membuka lowongan.

“Selanjutnya oleh HRD dipanggil untuk seleksi. Jadi tidak perlu melamar secara manual, tidak usah capek-capek,” kata Dedi di hadapan para hadirin.

Menurutnya, peluncuran aplikasi ini bukan sekadar langkah digitalisasi, tetapi juga upaya konkret menciptakan lapangan kerja baru di Jawa Barat, terutama di kawasan industri seperti Indramayu, Karawang, dan Subang.

“Nyari Gawe adalah langkah nyata Pemprov Jabar dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berpihak kepada masyarakat,” tegas Dedi.