Saldo Kas RKUD Jabar Tembus Rp407,75 Miliar, Penerimaan 31 Juli 2026 Didongkrak Dana Alokasi Umum Rp225,14 Miliar
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaporkan posisi saldo kas Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hingga Jumat, 31 Juli 2026 pukul 17.00 WIB mencapai Rp407.754.853.593. Pada hari yang sama, realisasi penerimaan daerah tercatat sebesar Rp245.345.000.078, sedangkan total pengeluaran mencapai Rp68.756.938.844.
Berdasarkan laporan posisi saldo kas RKUD Provinsi Jawa Barat, penerimaan daerah pada hari tersebut didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat yang mencapai Rp225.143.238.676, sehingga mendorong total pendapatan harian menembus Rp245 miliar.
Selain DAU, penerimaan daerah juga berasal dari sejumlah komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi penyumbang terbesar, yakni Rp12.469.248.500.
Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) memberikan kontribusi sebesar Rp6.762.492.200.
Rincian penerimaan lainnya meliputi:
* Pajak Air Permukaan: Rp72.399.800
* Pajak Alat Berat: Rp3.277.900
* Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan: Rp63.956.018
* Retribusi Daerah: Rp131.902.600
* Lain-lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang Sah: Rp698.484.384
* Dana Alokasi Umum (DAU): Rp225.143.238.676
Dengan komponen tersebut, total realisasi penerimaan daerah hingga pukul 17.00 WIB mencapai Rp245.345.000.078.
Di sisi pengeluaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat merealisasikan belanja sebesar Rp68.756.938.844.
Komponen pengeluaran terbesar berasal dari belanja modal senilai Rp22.216.525.418, disusul belanja barang dan jasa sebesar Rp8.138.373.426.
Adapun rincian pengeluaran lainnya adalah:
* Belanja Pegawai: Rp24.240.000
* Belanja Hibah: Rp35.577.800.000
* Belanja Tidak Terduga: Rp2.800.000.000
Berdasarkan laporan tersebut, saldo kas RKUD Provinsi Jawa Barat hingga Jumat, 31 Juli 2026 pukul 17.00 WIB tercatat sebesar Rp407.754.853.593.
Laporan harian posisi saldo kas RKUD merupakan bentuk transparansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyampaikan kondisi keuangan daerah kepada masyarakat. Informasi ini memuat perkembangan realisasi penerimaan dan pengeluaran daerah secara berkala sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang akuntabel.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7668696342503378184


