DOKTER IJAB KABUL CIANJUR | TERIMA PAS1EN BISA DIBAYAR OLEH SAYURAN, BUAH, AYAM BAHKAN DOA
CIANJUR– Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi layanan kesehatan berbasis kemanusiaan di Klinik Harapan Sehat, Kabupaten Cianjur. Klinik tersebut menerapkan sistem transaksi transparan dan berkeadilan melalui akad Ijab Kabul, yang memungkinkan masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi memperoleh akses pengobatan tanpa terkendala biaya.
Sistem Ijab Kabul yang diterapkan memberikan ruang kesepakatan antara pasien dan pihak pengelola klinik terkait besaran biaya perawatan sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Bagi pasien mampu, kelebihan pembayaran dialokasikan secara transparan untuk subsidi silang. Sementara bagi warga kurang mampu, pelayanan medis tetap dapat diakses melalui berbagai kemudahan, mulai dari pembayaran seikhlasnya, pembayaran menggunakan komoditas hasil bumi seperti buah dan sayuran, hingga program pengobatan gratis yang cukup dibayar dengan doa.
“Prinsip pelayanan kesehatan yang berkeadilan terletak pada empati dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Pendekatan berbasis kesepakatan dan subsidi silang ini menjadi contoh nyata bagaimana layanan medis dapat dijangkau oleh semua kalangan tanpa membebani warga miskin,” ujar Kang Dedi Mulyadi.
Dalam kunjungan tersebut, KDM meninjau fasilitas pelayanan serta berinteraksi langsung dengan para tenaga medis dan masyarakat yang sedang berobat. KDM menekankan pentingnya penguatan integrasi data antara klinik swasta kemanusiaan dengan program jaminan kesehatan pemerintah agar masyarakat yang berobat dengan metode doa atau bantuan khusus dapat terdata untuk memperoleh kepesertaan jaminan kesehatan secara berkelanjutan.
Selain berdiskusi dengan jajaran manajemen dan pasien, KDM juga mengapresiasi dedikasi orang tua di balik keberhasilan pendiri klinik. Perjuangan seorang ibu yang berprofesi sebagai tenaga pendidik dalam mengantarkan anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi hingga sukses menjadi teladan akan pentingnya integritas, kerja keras, dan nilai-nilai kemandirian.
Langkah pelayanan inklusif ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak fasilitas kesehatan untuk terus mengedepankan nilai sosial dan kepedulian dalam melayani masyarakat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=tPeg_1IvnZM



