SAAT KDM BIKIN NGAKAK PESERTA DEKLARASI KEDAULATAN KESEHATAN 2045
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan sekaligus pelopor dalam kolaborasi aksi nyata penataan kesehatan nasional guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Langkah strategis ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam forum Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan 2045 yang digelar di Bandung.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Dewan Kehormatan DPP PIKI (Persatuan Intelijensia Kristen Indonesia), Bapak Hasyim Djojohadikusumo, perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta jajaran Kementerian Kesehatan. Kehadiran berbagai elemen lintas sektor ini mempertegas pentingnya sinergi dalam merumuskan kedaulatan kesehatan yang bersifat menyeluruh bagi segenap lapisan masyarakat.
Program Intervensi Gizi dan Kesehatan Ibu Hamil
Sebagai wujud nyata dari kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi saat ini tengah merumuskan sebuah kebijakan yang sangat detail dan komprehensif terkait penanganan kesehatan ibu hamil secara langsung. Melalui program khusus ini, negara memberikan otoritas kepada para dokter yang mendeteksi adanya masalah kesehatan atau kekurangan nutrisi pada ibu hamil untuk mengeluarkan rekomendasi atau catatan tertulis.
Catatan rekomendasi medis tersebut nantinya dapat dibawa dan digunakan oleh ibu hamil untuk mengambil bahan makanan bergizi serta asupan nutrisi berkualitas di toko atau minimarket terdekat secara gratis karena ditanggung penuh oleh negara. Pemprov Jabar meyakini bahwa langkah intervensi hulu ini sangat krusial demi menekan potensi risiko penyakit dan memastikan perkembangan anak berjalan optimal sejak masih berada di dalam kandungan.
Tantangan Kesehatan Modern dan Bahaya Kurang Gerak
Dalam pidatonya, Gubernur Dedi Mulyadi secara khusus menyoroti perubahan tren penyakit di masa kini. Menurutnya, tantangan kedaulatan kesehatan di masa depan tidak lagi sekadar berpusat pada pemenuhan nutrisi standar ataupun persoalan tinggi badan (stunting), melainkan ancaman penyakit degeneratif akibat salah tata kelola pola hidup di lingkungan rumah tangga dan maraknya era digitalisasi.
Berdasarkan data riset di lapangan, Pemprov Jabar mencermati adanya fenomena mengkhawatirkan di mana anak-anak usia remaja hingga balita dari kalangan kelas menengah ke bawah rentan terkena penyakit kronis seperti diabetes dini hingga gagal ginjal. Kondisi ini diperparah oleh konsumsi minuman kemasan berkadar gula tinggi serta rendahnya aktivitas fisik karena waktu luang generasi muda habis terserap oleh gawai (gadget).
“Ancaman terbesar kita ke depan adalah kerusakan nutrisi gizi akibat salah tata kelola di dapur rumah tangga. Anak-anak sekarang mengalami kekurangan gerak (sedentary lifestyle). Mereka senang menonton pertandingan olahraga lewat gawai, namun sangat jarang yang mau turun ke lapangan untuk bergerak dan membakar kalori,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi.
Menanamkan Kekuatan Emosional dan Spiritual
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong reformasi pola pikir dan penguatan layanan publik yang menyentuh akar rumput. Negara dipastikan akan terus hadir secara detail untuk mengawasi lingkungan sosial demi menjaga kesehatan fisik dan mental warganya.
Lebih lanjut, Gubernur Dedi Mulyadi mengajak institusi pendidikan dan lembaga keagamaan untuk mulai menggeser orientasi pembangunan manusia. Pembangunan masa depan Jawa Barat tidak boleh hanya fokus pada kecerdasan intelektual (intellectual quotion), melainkan harus seimbang dengan pemenuhan kecerdasan emosional (emotional quision) serta kecerdasan spiritual (spiritual quision).
Keselarasan hidup yang paripurna di mana manusia bertuhan secara utuh, mampu menjaga apa yang dimakan, didengar, diucapkan, serta senantiasa menjaga keikhlasan hati merupakan benteng utama dari segala bentuk penyakit fisik maupun depresi mental. Melalui kebahagiaan hidup dan pola hidup yang merdeka serta aktif bergerak, Pemprov Jabar optimis masyarakat Jawa Barat dapat tumbuh menjadi generasi tangguh, sehat, dan berdaulat penuh menyongsong tahun 2045.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=T3B5GNEQchg



