Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban dan Santunan Rp50 Juta

BEKASI — Kecelakaan tragis terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, ketika kereta rel listrik (KRL) yang mengangkut penumpang perempuan tertabrak kereta api cepat Argo Bromo Anggrek rute Jakarta–Surabaya. Insiden ini mengakibatkan korban jiwa serta sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, kecelakaan bermula saat KRL berhenti di lintasan rel akibat adanya taksi listrik yang mogok dan menghalangi jalur kereta. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas tidak dapat menghindari tabrakan.

Akibat kejadian ini, sejumlah korban dilaporkan meninggal dunia, sementara lainnya mengalami luka dan tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Hingga saat laporan disampaikan, masih terdapat empat orang korban yang belum dapat dievakuasi karena terjepit di dalam rangkaian kereta.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut dan memastikan kehadiran negara dalam penanganan korban.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit bagi korban yang dirawat,” demikian disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Selain itu, Dedi Mulyadi juga memastikan pemerintah provinsi Jawa Barat akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta untuk masing-masing korban.

Dedi berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa mendatang. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati, baik saat berada di perjalanan, di tempat kerja, maupun di rumah, mengingat musibah dapat terjadi kapan saja tanpa diduga.

Doa dan dukungan dari masyarakat diharapkan dapat membantu keluarga korban agar diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7633589406527524103