Ribuan Warga Padati Lembur Pakuan, Tradisi Ngarak Budak Sunat Meriah dengan Saweran dan Gamelan
SUBANG – Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti kawasan Lembur Pakuan, Subang, saat ribuan warga berjubel menghadiri prosesi tradisi “Ngarak Budak Sunat”. Acara yang menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal ini menarik perhatian masyarakat, bahkan ada yang datang jauh-jauh dari Pelabuhan Ratu untuk menyaksikan kemeriahannya.
Prosesi dimulai dengan arak-arakan yang menampilkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari Kuda Ronggeng hingga iringan gamelan khas Cirebonan yang membangkitkan semangat warga yang memadati sepanjang rute.
Arak-arakan dan Kemeriahan Kesenian Tradisional
Sepanjang jalan menuju pusat kegiatan di Lembur Pakuan, warga disuguhi penampilan memukau para penari dan atraksi kuda. Kang Dedi Mulyadi (KDM) tampak memandu langsung jalannya acara, memastikan ketertiban ribuan pengunjung yang antusias. Di tengah kerumunan, KDM mengingatkan warga untuk tetap waspada menjaga barang bawaan mereka.
Keunikan acara kali ini terlihat dari kehadiran kelompok gamelan asal Cirebon yang membawakan lagu-lagu khas pesisiran. Alunan musik ini menambah semarak suasana saat anak-anak yang akan disunat diarak menggunakan tandu dan kuda.
Dialog Hangat dan Edukasi Budaya
Setelah prosesi arak-arakan selesai, KDM menyempatkan diri berdialog dengan anak-anak yang akan menjalani khitanan. Salah satunya adalah Fikri, seorang bocah asal Sumedang yang menjadi peserta sunatan massal tersebut.
Dalam interaksi yang penuh tawa tersebut, KDM memberikan semangat kepada anak-anak agar tidak takut menjalani prosesi sunat. Ia juga sempat bercanda dengan warga sekitar mengenai pentingnya menjaga kerukunan rumah tangga dan melestarikan adat istiadat leluhur agar “Lembur Pakuan Lestari Bumi Pertiwi”.
Puncak Acara: Tradisi Saweran
Acara mencapai puncaknya ketika tradisi “Saweran” atau menebar uang koin dan kertas dilakukan. Ribuan warga, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak, saling berebut saweran sebagai simbol berbagi rezeki dan keberkahan dari penyelenggara acara.
“Semoga berkah rezekinya, bahagia hidupnya. Malam nanti kita sambung lagi dengan pertunjukan dua dalang, ada Ohang, Oni, dan Cepot,” ujar KDM saat menutup sesi siang hari sembari memberikan salam rahayu kepada seluruh warga yang hadir.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga penegasan posisi Lembur Pakuan sebagai pusat pelestarian seni dan budaya Sunda yang inklusif bagi masyarakat luas.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ODhKcHi4lQU



