Kunjungi Peternakan Mandiri, KDM Tunjukkan Model Swasembada Pangan dan Energi Berbasis Komunitas

SUBANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memamerkan model pengelolaan peternakan yang mandiri pangan dan energi saat menerima kunjungan tokoh-tokoh dari organisasi Mathla’ul Anwar. Dalam kesempatan tersebut, KDM memperlihatkan bagaimana kotoran ternak dapat diolah menjadi energi alternatif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

KDM mengajak para tamu berkeliling area peternakan yang terintegrasi dengan persawahan dan perkebunan. Area ini dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan ekosistem yang seimbang dan produktif [01:01][02:21].

Kebersihan Kandang sebagai Standar Etika

Salah satu hal yang menjadi sorotan utama KDM adalah kebersihan area peternakan. Ia menegaskan bahwa kandang ternak, baik domba maupun sapi, tidak boleh berbau dan harus selalu rapi. Menurutnya, kebersihan adalah cerminan dari manajemen yang baik dan rasa hormat terhadap makhluk hidup.

“Di kandang sapi pun harus bersih. Ini pesan penting, jangan sampai kandang sapi lebih bersih dari tempat tinggal atau pesantren kita. Kebersihan adalah bagian dari latihan kita untuk menghargai alam,” ujar KDM saat menunjukkan kandang domba Garut dan sapi berbobot satu ton miliknya.

Peternakan ini menampung sekitar 240 ekor sapi jantan berukuran besar yang dipersiapkan untuk kebutuhan konsumsi (potong). Meskipun populasi ternaknya besar, area tersebut tetap terjaga keasriannya.

Kedaulatan Energi Melalui Biogas Gratis

Inovasi yang paling menonjol dari peternakan ini adalah instalasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas. Gas yang dihasilkan disalurkan melalui pipa-pipa langsung ke rumah-rumah warga di sekitar peternakan secara gratis.

Warga sekitar kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada gas subsidi (gas melon) karena kebutuhan memasak harian sudah tercukupi dari kotoran sapi tersebut. KDM memperlihatkan api yang menyala biru di dapur salah satu warga sebagai bukti keberhasilan program tersebut.

“Ini contoh nyata kedaulatan energi. Negara sebenarnya tidak perlu pusing jika setiap daerah mampu mengelola limbah ternaknya menjadi energi. Masyarakat bisa memasak dengan api yang bersih dan gratis,” jelasnya.

Dukungan untuk Muktamar Mathla’ul Anwar

Di sela-sela kunjungan tersebut, KDM juga menerima pengurus wilayah Mathla’ul Anwar Jawa Barat yang berencana menggelar Muktamar di Kota Serang, Banten, pada 11 April mendatang. Mathla’ul Anwar sendiri merupakan organisasi pendidikan dan dakwah yang telah berdiri sejak tahun 1916.

KDM menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi organisasi tersebut di bidang sosial dan pendidikan. Ia berharap Muktamar mendatang dapat berjalan sukses dan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa kemajuan bagi umat.

“Semoga Muktamarnya lancar dan melahirkan pemimpin yang menjadi dambaan umat. Integrasi antara nilai agama dan kemandirian ekonomi seperti yang kita lihat di peternakan ini harus terus didorong oleh organisasi-organisasi besar,” pungkas KDM.

Kunjungan diakhiri dengan diskusi santai mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kemandirian pangan sebagai fondasi kekuatan bangsa di masa depan.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Y0Qx_zXD8CM