KDM di Purwakarta: Bicara Efisiensi Anggaran, Transformasi Pendidikan Sains, hingga Diplomasi ‘Mantan’
PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi di Kabupaten Purwakarta, daerah yang menjadi “kawah candradimuka” karier politiknya. Dalam pidatonya yang sarat akan filosofi dan kebijakan teknokrasi, KDM menekankan pentingnya efisiensi anggaran negara dan transformasi pendidikan bagi generasi muda Jawa Barat.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk jajaran Forkopimda Purwakarta, pejabat Pemprov Jabar, serta profesional terkemuka seperti Aliaman Saragih dari Indorama yang disebut KDM sebagai sosok berintegritas.
Kritik Inefisiensi: Belajar dari Strategi Drone
KDM menyoroti pentingnya pemerintah melakukan improvisasi di tengah keterbatasan anggaran. Ia memberikan analogi strategi militer Iran yang lebih memilih mengembangkan teknologi drone daripada membeli pesawat tempur mahal. Menurutnya, logika efisiensi ini harus diterapkan dalam pembangunan infrastruktur.
“Pemerintah harus berimprovisasi. Kenapa Iran pilih drone? Karena inti pesawat tempur adalah bomnya. Jatuh satu drone tidak rugi besar dibanding jatuh satu pesawat tempur. Otak efisien ini yang harus dipakai dalam membangun jalan dan fasilitas publik agar lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar KDM.
Ia juga membela kebijakan Pemprov Jabar terkait penggunaan anggaran yang sempat dikritik karena adanya tunggakan. KDM menegaskan bahwa ia lebih memilih memacu proyek infrastruktur di tahun sebelumnya untuk menghindari kenaikan harga material di masa depan, yang ia sebut sebagai langkah cerdas dalam manajemen fiskal.
Pendidikan Sains untuk Anak Perempuan Jawa Barat
Salah satu poin utama yang ditekan KDM adalah perubahan mindset pendidikan. Ia menginginkan anak-anak perempuan di Jawa Barat tidak hanya mengandalkan kecantikan, tetapi mengutamakan kecerdasan saintifik.
“Saya ingin anak-anak perempuan Jawa Barat sekolah fisika, kimia, biologi. Kecantikan boleh jadi kebanggaan, tapi kecerdasan harus di atas kecantikan. Jika hanya menjual kecantikan, mereka akan bergantung pada suami. Tapi dengan kecerdasan, mereka memiliki kemandirian dan daya tawar,” tegasnya.
KDM juga menceritakan pola asuh terhadap putrinya, Nyi Hyang, yang dididik untuk mencintai alam dan fokus pada pengembangan diri melalui seni tari sebagai sarana melatih konsentrasi.
Larangan Truk Besar dan Penataan Kota Purwakarta
Dalam hal penataan kota, KDM memberikan instruksi detail terkait lalu lintas di Purwakarta. Ia meminta agar kendaraan sumbu tiga tidak lagi melewati jalur kota seperti Jalan Sindang Kasih hingga Jalan Pahlawan, kecuali untuk angkutan karyawan dan logistik mendesak.
“Purwakarta harus menjadi wilayah yang menenangkan, bukan menyeramkan. Trotoar harus diperlebar, pohon ditanam dengan baik. Ketertiban lalu lintas dan kebersihan lingkungan adalah cermin kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Diplomasi Infrastruktur Perbatasan
Di akhir pidatonya, KDM sempat menyinggung perbaikan infrastruktur di wilayah perbatasan, termasuk jalan menuju Maleber di Cianjur. Dengan nada bercanda yang khas, ia menyebut bahwa “mantan” (wilayah yang pernah dipimpin atau memiliki kenangan) harus diperhatikan dan diindahkan melalui pembangunan yang nyata.
Ia memastikan anggaran untuk perbaikan jalan di perbatasan Cianjur dan Purwakarta telah disiapkan tahun ini, dengan syarat wilayah tersebut harus dijaga kebersihannya dari sampah.
sumber:



