KESERUAN PUJA | MULAI MENYAMPAIKAN LAPORAN KEUANGAN PEMPROV JABAR BERSAMA BAPENDA DAN BPKAD

Kang Dedi Mulyadi, melakukan peninjauan langsung terhadap kinerja aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat (Bapenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di tengah suasana bulan Ramadan tersebut, Kang Dedi Mulyadi menekankan pentingnya transparansi anggaran dan transformasi gaya komunikasi publik agar lebih mudah diterima oleh masyarakat luas, terutama generasi muda.

Kegiatan diawali dengan respons cepat terhadap aspirasi warga mengenai infrastruktur. Menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak di beberapa titik wilayah Jawa Barat, dijelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp26 miliar untuk perbaikan. Saat ini, proyek pembangunan tersebut sedang berjalan secara bertahap. Hal ini menegaskan bahwa setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat melalui pajak kendaraan bermotor dikembalikan dalam bentuk pembangunan fasilitas publik yang nyata.

Dalam aspek pengelolaan keuangan, tim dari Bapenda dan BPKAD Jawa Barat memaparkan posisi likuiditas daerah yang dinilai sangat sehat. Penyampaian update pendapatan dilakukan oleh masing-masing pegawai, diantaranya perwakilan dari Bapenda yakni Puput, Puty, Nurul, Fira dibersamai oleh para wanita-wanita hebat dibalik konten update pendapatan yakni Nila, Nisa, Shendy, serta Linda dari BPKAD.

Sektor pendapatan daerah juga menunjukkan performa yang stabil meski di hari libur. Melalui optimalisasi layanan digital seperti aplikasi Sapawarga dan Signal, serta pengoperasian Samsat Keliling, pendapatan tetap mengalir masuk. Tercatat realisasi harian menunjukkan angka yang impresif dengan total mencapai Rp15,33 miliar. Rincian pendapatan tersebut mencakup kontribusi dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp1,45 miliar yang berasal dari pembayaran 3.124 unit kendaraan, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp1,49 miliar, serta kontribusi dari pajak alat berat dan retribusi daerah lainnya.

Selain membedah angka, penekanan utama dalam pertemuan ini adalah mengenai metode penyampaian informasi kepada publik yang inklusif dengan mengapresiasi Puja sang atlet peraih medali emas cabang olahraga renang untuk kemudian menyampaikann update pendapatan dengan bahasa isyarat. Kang Dedi Mulyadi memberikan arahan strategis agar para petugas pemberi informasi atau juru bicara instansi pemerintah tidak terjebak dalam pola komunikasi yang kaku dan monoton. Ia mendorong penggunaan narasi yang lebih segar, kreatif, dan interaktif agar pesan mengenai pentingnya pajak tidak hanya dianggap sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bentuk kontribusi nyata warga dalam membangun daerahnya sendiri.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan wajib pajak di Jawa Barat. Dengan keterbukaan informasi mengenai jumlah saldo kas dan rincian penggunaan pajak yang disampaikan secara jujur dan menarik, tingkat kepercayaan publik diharapkan terus meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.

sumber: https://youtube.com/watch?v=b5Lq7qIW95o