Mudik Lebaran 2026: Pemprov Jabar Liburkan Ojek, Sopir Angkot hingga Tukang Becak di Jalur Mudik, Tetap Dapat Uang Pengganti
Bandung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengambil kebijakan khusus menjelang arus mudik Lebaran 2026. Para pengemudi transportasi tradisional seperti tukang ojek, sopir angkutan kota (angkot), kusir andong, hingga tukang becak yang beroperasi di jalur lintasan mudik akan diliburkan selama satu minggu.
Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai bagian dari upaya memberikan kesempatan bagi para pekerja transportasi informal untuk menikmati momen Lebaran bersama keluarga.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan untuk meliburkan tukang ojek, sopir angkot, andong, dan beca yang berada di jalur lintasan mudik. Liburnya selama satu minggu sehingga pada saat mudik mereka bisa tinggal di rumah bersama keluarganya,” ujar Dedi dalam video yang diunggah di akun tiktok @dedimulyadiofficial.
Tidak hanya diliburkan, para pekerja tersebut juga akan mendapatkan uang pengganti selama satu minggu meskipun tidak bekerja selama periode tersebut.
Selain jalur mudik utama, Pemprov Jawa Barat juga menerapkan kebijakan berbeda untuk kawasan wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung setelah Lebaran.
Untuk jalur wisata seperti Bandung–Lembang serta kawasan Puncak, para pengemudi transportasi tradisional akan diliburkan selama satu minggu setelah Lebaran.
Kebijakan ini diambil karena kawasan tersebut biasanya mengalami peningkatan aktivitas wisata pasca-Lebaran yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) agar tidak langsung menghabiskan uang tersebut.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang belum menerima THR untuk bersabar, sementara bagi yang tidak mendapatkannya diminta tetap bersikap bijak dalam menyikapi kondisi tersebut.
“Yang sudah menerima THR semoga makin ceria, tapi jangan langsung dihabiskan karena Lebaran masih panjang. Yang belum menerima sabar dulu, nanti juga pasti menerima,” ujarnya.
Dedi menutup pesannya dengan mengajak masyarakat untuk tetap semangat menjalani aktivitas, baik bagi yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak.
Menurutnya, momen Lebaran merupakan waktu kebersamaan yang bisa dirasakan semua masyarakat.
“Bagaimanapun yang puasa dan yang tidak puasa, Lebaran sama-sama akan merayakannya,” katanya.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7613549895126994184



