MENDARAT DI SIKKA | KDM LANGSUNG TEMUI 12 WARGA JABAR – DIASUH SUSTER IKA

Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan kunjungan ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut, KDM secara khusus menemui 12 warga asal Jawa Barat yang kini berada di bawah asuhan dan perlindungan Suster Ika di sebuah pusat pembinaan dan perlindungan wanita.

Setibanya di Bandara Frans Seda Maumere, Kang Dedi Mulyadi disambut oleh jajaran pemerintah daerah dan kepolisian setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia sempat berinteraksi dengan para pekerja di bandara, termasuk beberapa perantau asal Jawa Barat seperti dari Kuningan yang bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran hingga staf bandara.

Fokus utama kunjungan ini adalah menemui para wanita asal Jawa Barat yang sedang menghadapi masalah sosial di perantauan. Sebagian besar dari mereka berasal dari daerah Cianjur, Bandung, dan Purwakarta. Berdasarkan dialog langsung, para warga tersebut mengaku berangkat ke NTT setelah tergiur janji pekerjaan dengan gaji tinggi berkisar antara Rp10 juta hingga Rp11 juta per bulan. Namun, pada kenyataannya mereka justru terjerat dalam situasi ekonomi yang sulit dan pekerjaan yang tidak sesuai dengan janji awal.

Beberapa warga menceritakan pengalaman pahit mereka, termasuk sistem potongan penghasilan yang memberatkan sehingga mereka sering kali memiliki saldo minus meskipun telah bekerja keras. Selain masalah ekonomi, ada pula warga yang mengaku pergi dari daerah asal akibat mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

KDM menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Suster Ika dan komunitas suster di Sikka yang telah memberikan tempat tinggal, perlindungan, serta pembinaan bagi warga Jawa Barat tersebut. Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap proses rekrutmen tenaga kerja agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh iming-iming gaji besar di luar daerah.

Dalam pertemuan yang penuh suasana haru, Kang Dedi juga menawarkan bantuan dan solusi bagi mereka yang memiliki keinginan kuat untuk kembali ke kampung halaman di Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap sesama warga Jawa Barat yang sedang mengalami kesulitan di tanah rantau.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemuka agama, dan tokoh masyarakat dalam menangani isu-isu sosial dan perlindungan warga negara, khususnya kaum perempuan yang rentan terhadap eksploitasi.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=4rHkdJhoYgE