HUT Ke-213 Garut, KDM Soroti Tata Ruang dan Usulkan Arsitektur Berbasis Bambu

GARUT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Garut ke-213 di Gedung DPRD Kabupaten Garut. Dalam pidatonya, KDM menekankan pentingnya mengembalikan jati diri Garut melalui penataan ruang yang berbasis kearifan lokal dan integrasi antara teknologi (teknokrasi) dengan tradisi.

KDM menilai Kabupaten Garut memiliki potensi alam yang sangat lengkap, mulai dari laut, gunung, hingga produk unggulan seperti domba garut, jeruk, dodol, dan jaket kulit. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai tata ruang yang dianggapnya perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan bencana alam seperti banjir bandang dan longsor.

Kritik Arsitektur dan Usulan Gedung Berbasis Bambu

Salah satu poin menarik yang disampaikan KDM adalah kritiknya terhadap desain Gedung DPRD Kabupaten Garut yang dinilainya kurang mencerminkan kekhasan daerah. Ia mengusulkan agar gedung-gedung pemerintahan di Garut beralih menggunakan ornamen berbasis bambu dan bilik untuk menciptakan daya tarik wisata.

“Garut itu pusat kebudayaan. Tukang bilik, tukang lampu, semua ada di sini. Kalau ingin Garut jadi pusat pariwisata, ubah desain tata bangunannya menggunakan kearifan lokal seperti bambu. Saya berani bertaruh, kantor bupati dan gedung DPRD akan menjadi tujuan wisata kalau arsitekturnya unik,” ujar KDM di hadapan anggota dewan.

Ia mencontohkan transformasi Bale Gede di Gedung Pakuan yang awalnya merupakan lapangan tenis namun diubah menjadi gedung paripurna berbahan bambu oleh pengrajin asal Garut.

Sorotan pada Tata Ruang dan Pertanian Hortikultura

KDM juga menyoroti eksploitasi lahan di dataran tinggi untuk pertanian hortikultura seperti kentang, wortel, dan kol. Meski menguntungkan secara ekonomi, ia mengingatkan adanya risiko besar berupa kerusakan hutan dan bencana alam jika tidak diatur dalam zonasi tata ruang yang ketat.

“Gunung harus ditanami pohon, gawir (tebing) ditanami bambu, dan lembah dijadikan sawah. Kita tidak boleh membiarkan hutan lindung habis demi perkebunan sayur. Jika tata ruang tidak dipertegas, pemodal dari kota akan terus mengeksploitasi lahan, sementara buruh tani lokal tetap miskin dan alam kita rusak,” tegasnya.

Strategi Pembangunan Desa dan Infrastruktur

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai infrastruktur jalan, KDM menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan kebijakan khusus untuk percepatan pembangunan desa. Ia mengusulkan bantuan dana sekitar Rp 2 miliar per desa yang akan langsung diwujudkan dalam bentuk pengerjaan beton (molen) dan tenaga kerja lokal, bukan sekadar penyerahan uang tunai.

Selain itu, KDM juga menyinggung penataan jalur wisata pantai selatan Garut. Ia meminta agar pengusaha hotel dan restoran diutamakan daripada pembangunan pabrik, karena sektor pariwisata memberikan dampak pajak langsung 10 persen dan menjaga ekosistem alam tetap lestari.

Seni Tari Nyi Hyang Kairut

Acara Hari Jadi tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan tarian dari Nyi Hyang, putri bungsu KDM. Penampilan tari tradisional tersebut berhasil memukau para tamu undangan yang hadir, termasuk unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Garut. Penampilan seni ini menjadi simbol dari pesan KDM untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Sunda di tengah arus modernisasi.

KDM menutup pidatonya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat Garut untuk menjadikan milangkala kali ini sebagai momentum untuk “mulang ka sarakan”, yakni kembali ke akar budaya untuk membangun masa depan Garut yang lebih beradab dan sejahtera.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=c8WsfcDfHS8