Hujan Guyur Jabar Saat Ramadan, Dedi Mulyadi Tinjau Relokasi 25 KK Korban Longsor di Majalengka
Bandung – Hujan yang turun sejak subuh mewarnai awal Ramadan di Jawa Barat pada Rabu (18/2/2026). Di tengah suasana ibadah puasa, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan perjalanan ke Kabupaten Majalengka untuk menemui dan merelokasi 25 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak longsor.
Dalam video yang diunggah di akun tiktok @dedimulyadiofficial, Dedi menyampaikan doa dan harapan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, baik yang memulai di hari pertama maupun hari kedua.
“Semoga yang menjalankan ibadah puasa dikuatkan raganya, disehatkan badannya, dan dikukuhkan jiwanya,” ujarnya.
Dedi menjelaskan, relokasi dilakukan terhadap 25 KK yang rumahnya mengalami kerusakan akibat longsor. Ia menegaskan bahwa bencana longsor merupakan risiko yang kerap terjadi di Jawa Barat, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut yang terdiri dari pegunungan, dataran, hingga kawasan pantai.
“Jawa Barat merupakan daerah pegunungan, juga daerah pedataran serta pantai. Di daerah pegunungan, longsor merupakan risiko yang harus dijalani karena gunung memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengingatkan pentingnya pembangunan hunian yang sesuai dengan karakter dan kultur lingkungan, khususnya di kawasan pegunungan.
Menurutnya, salah satu langkah mitigasi bencana adalah tidak membangun rumah di lokasi yang tidak sesuai dengan kondisi geografis serta tidak merusak kawasan gunung yang menjadi bagian penting dari ekosistem dan kehidupan masyarakat.
“Caranya adalah tidak membangun rumah yang tidak sesuai dengan kultur lingkungannya di daerah pegunungan dan tidak merusak gunung sebagai bagian utama dari kehidupan kita,” tegasnya.
Ia berharap momentum Ramadan dapat menjadi penguat spiritual sekaligus pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
“Salam untuk semuanya, sehat, bahagia, selalu selamat berpuasa,” tutupnya.
Relokasi 25 kepala keluarga di Majalengka ini menjadi bagian dari respons pemerintah provinsi terhadap risiko bencana di wilayah rawan longsor, terutama di tengah intensitas hujan yang masih terjadi di sejumlah daerah Jawa Barat.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7608356828451212562


