KDM Bersama Polda Jabar Musnahkan 4.500 Knalpot Brong dan 28 Kg Sabu, Tekankan Karakter di Sekolah

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri acara pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di Mapolda Jawa Barat, Bandung. Dalam kegiatan tersebut, KDM bersama Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan memusnahkan ribuan knalpot tidak standar (brong), puluhan kilogram narkotika, hingga ribuan botol minuman keras sebagai wujud nyata penegakan hukum di wilayah Jawa Barat.

Pemusnahan ini mencakup 28,9 kg sabu, 160.000 butir obat-obatan, 69.000 botol miras, serta 4.500 unit knalpot brong yang selama ini meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban lalu lintas.

Knalpot Brong dan Aturan Masuk Sekolah

KDM menaruh perhatian khusus pada fenomena penggunaan knalpot brong, terutama di kalangan remaja. Ia menilai knalpot bising bukan sekadar masalah otomotif, melainkan cermin dari perilaku sosial yang menyimpang dan merugikan orang lain. Menurutnya, peradaban suatu daerah dapat dinilai dari ketertiban lalu lintasnya.

Sebagai langkah preventif, KDM menginstruksikan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk memperketat aturan bagi siswa baru. Mulai tahun ini, siswa dan orang tua wajib menandatangani surat pernyataan bermaterai yang menyatakan komitmen untuk tidak membawa kendaraan bermotor jika tersedia akses transportasi umum, tidak menggunakan knalpot brong, serta tidak mengonsumsi miras atau narkoba.

“Jika melanggar pernyataan tersebut, siswa bersedia mengundurkan diri dari sekolah. Ini adalah cara kita mengikat komitmen pendidikan karakter sejak dini,” tegas KDM dalam pidatonya.

Modus Narkoba dalam Semen

Dalam peninjauan barang bukti narkotika, KDM menemukan modus operandi baru penyelundupan tembakau sintetis yang disembunyikan di dalam balok semen oleh jaringan pengedar di Cianjur. Selain itu, ia juga menyoroti peredaran obat keras jenis tramadol dan trihexyphenidyl yang menyasar anak sekolah dengan harga murah, namun memiliki daya rusak yang luar biasa bagi saraf dan perilaku penggunanya.

KDM secara langsung mencoba alat penghancur knalpot brong dan mesin insinerator untuk memusnahkan barang bukti narkotika tersebut sebagai simbol perang terhadap kemaksiatan di Jawa Barat.

Penyerahan Kembali Motor Curian

Momen haru terjadi saat Polda Jabar menyerahkan kembali kendaraan bermotor hasil curian kepada pemilik aslinya. Salah satunya adalah seorang warga asal Sumedang yang kehilangan motor Mio untuk keperluannya sehari-hari mencari rumput (ngarit).

Selain itu, seorang driver ojek online yang kehilangan motornya saat bekerja juga mendapatkan kembali kendaraannya tanpa dipungut biaya sepeser pun. KDM bersama Kapolda Jabar tidak hanya menyerahkan kunci motor, tetapi juga memberikan santunan berupa uang tunai dan paket sembako bagi para korban pencurian tersebut.

“Kendaraan ini sangat berarti bagi mereka untuk mencari nafkah dan mengantar anak sekolah. Saya apresiasi Polda Jabar yang berhasil mengungkap kasus-kasus ini dengan cepat,” ujar KDM.

Persiapan Mudik dan Cuti Ojek/Andong

Menjelang masa mudik Lebaran, KDM juga meminta Dinas Perhubungan melakukan identifikasi terhadap titik-titik rawan kemacetan yang disebabkan oleh operasional ojek, becak, dan andong di jalur utama. Ia mengusulkan skema kompensasi agar para pelaku moda transportasi lokal tersebut dapat ‘cuti’ selama dua minggu (seminggu sebelum dan sesudah Lebaran) dengan tetap mendapatkan penghasilan untuk keluarga di rumah, sehingga arus mudik dapat berjalan lancar.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=y9USsojkFQY