KDM Siap Jemput 13 Warga Jabar Korban TPPO di Maumere, Kritik Lemahnya Penegakan Hukum
SUBANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bereaksi cepat menanggapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa 13 warga Jawa Barat di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). KDM berkomunikasi langsung dengan Suster Ika dari Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (Truk-F) yang saat ini mendampingi para korban di rumah aman (shelter).
Ke-13 warga tersebut berasal dari berbagai wilayah, yakni Cianjur (6 orang), Purwakarta (4 orang), Kota Bandung, Bandung Barat, dan Karawang. Mereka diduga menjadi korban eksploitasi seksual di sebuah klub malam (pub) dengan modus awal dijanjikan pekerjaan sebagai pemandu lagu berbayaran tinggi.
Modus Janji Gaji Besar dan Ancaman Denda
Suster Ika menjelaskan bahwa para korban dijanjikan gaji antara Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per bulan. Namun, setibanya di lokasi, mereka justru terjebak dalam utang (kasbon) untuk biaya kosmetik dan pakaian, serta diancam denda jutaan rupiah jika menolak melayani tamu.
“Mereka didenda Rp 2,5 juta kalau menolak melayani tamu yang ingin berhubungan badan. Sangat mengerikan, bahkan ada dua orang yang saat ini dalam keadaan hamil di tempat tersebut,” ujar Suster Ika dalam sambungan telepon.
Salah satu korban asal Cikalongkulon, Cianjur, berinisial N, mengaku sempat dipukul dan ditodong pistol oleh oknum yang sedang mabuk di klub tersebut. Ia memberanikan diri meminta bantuan melalui media sosial hingga akhirnya Truk-F bersama Polres Sikka melakukan penjemputan paksa.
KDM Soroti Lambannya Penetapan Tersangka
Meskipun para korban sudah berhasil diamankan sejak akhir Februari, Suster Ika menyayangkan hingga kini belum ada penetapan tersangka terhadap pemilik pub tersebut. Ia menduga ada upaya mengulur waktu dari pihak terlapor dan penggunaan pasal KUHP yang dianggap melemahkan posisi penyidik dibandingkan UU TPPO.
Mendengar hal itu, KDM menegaskan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk berkomunikasi dengan Kapolda NTT agar kasus ini segera dituntaskan. Jika masih lamban, KDM mengancam akan membawa persoalan ini langsung ke Mabes Polri.
“Hukum harus berproses. Saya akan telepon Direktur LPSK pusat agar segera turun memberikan perlindungan saksi dan korban,” tegas KDM.
Siapkan Tiket Pulang dan Pesan untuk Korban
KDM berjanji akan menjemput langsung para korban di Maumere pada minggu ini. Ia telah meminta fotokopi KTP para korban kepada Suster Ika untuk segera dipesankan tiket pesawat kembali ke Jawa Barat.
Dalam dialognya dengan para korban, KDM juga memberikan nasihat agar mereka tidak mudah tergiur janji manis pekerjaan di luar daerah dengan gaji besar. Ia mengingatkan bahwa di Jawa Barat sendiri banyak lapangan pekerjaan di pabrik-pabrik yang lebih aman.
“Kalian ini cantik-cantik, jangan menyia-nyiakan diri. Cari kerja yang benar, jangan cari yang ‘senang-senang’ saja karena risikonya seperti ini. Nanti pulang, saya urus kepulangan kalian agar bisa kembali ke rumah masing-masing,” pungkas KDM.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=UPHR5n9gHB0



