Koreksi Pembangunan SMA di Pangandaran, KDM: Arsitekturnya Salah, Udara Jadi Panas

PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melakukan inspeksi mendadak terhadap pembangunan gedung SMA baru di wilayah Kabupaten Pangandaran. Dalam kunjungan tersebut, KDM memberikan kritik keras terkait perencanaan arsitektur gedung sekolah yang dinilai tidak mempertimbangkan kondisi geografis dan kenyamanan siswa.

KDM bahkan menolak untuk menandatangani prasasti peresmian sebelum ada perbaikan signifikan pada struktur bangunan dan penambahan fasilitas pendingin ruangan (AC) di setiap kelas.

Kritik Arsitektur dan Tata Letak

Gubernur menyoroti pemilihan lokasi sekolah yang berada di atas bukit batu kapur. Menurutnya, lokasi tersebut membuat suhu udara di lingkungan sekolah menjadi sangat panas, ditambah lagi dengan kesalahan desain jendela yang tidak memungkinkan sirkulasi udara optimal.

“Perencanaannya salah. Harusnya jendela itu dibuka ke samping agar udara masuk, ini malah dibuka ke atas sehingga angin terhalang. Sudah posisinya di atas bukit kapur yang panas, kelasnya malah ‘dikekep’ (tertutup rapat),” ujar KDM saat meninjau salah satu ruang kelas.

Selain jendela, KDM juga mengkritik penggunaan lantai berwarna putih yang dinilai memantulkan panas dan cepat kotor. Ia menyarankan penggunaan warna-warna yang lebih sejuk seperti krem atau biru gelap untuk menciptakan suasana dingin secara psikologis.

Pastikan Setiap Kelas Ber-AC

Melihat kondisi suhu ruangan yang menyengat, KDM menginisiasi pengadaan AC untuk seluruh ruang kelas dan ruang guru. Ia menegaskan tidak akan meresmikan sekolah tersebut jika siswa harus belajar dalam kondisi kepanasan.

“Saya tidak mau tanda tangan prasasti kalau cuma seremonial. Perbaiki dulu, pastikan setiap kelas dipasang AC karena ini daerah panas. Kalau sudah hijau lingkungannya dan sudah ber-AC, baru saya tanda tangan,” tegasnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, KDM secara spontan mengajak para kepala daerah yang hadir, termasuk Bupati Subang dan Bupati Cianjur, untuk berdonasi. Dari penggalangan spontan tersebut, terkumpul komitmen bantuan belasan unit AC dari berbagai pihak, termasuk dari kantong pribadi KDM sebanyak 15 unit.

Pesan Pelestarian Wisata Jabar Selatan

Di sela kunjungannya yang melewati jalur Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, hingga Cianjur Selatan, KDM juga berpesan kepada warga dan pemerintah daerah untuk menjaga keindahan alam sebagai aset pariwisata. Ia menekankan bahwa infrastruktur jalan yang baik harus dibarengi dengan penataan lingkungan yang rapi dan terpelihara.

KDM meminta Dinas Permukiman dan Perumahan (Perkim) serta Dinas Pendidikan untuk lebih jeli dalam melakukan perencanaan pembangunan sekolah di masa depan, agar tidak hanya sekadar membangun gedung, tetapi juga menciptakan ekosistem belajar yang manusiawi bagi siswa dan guru.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=syn5QbMcSqI