ANA DERAHMA BIAYAI SEKOLAH SENDIRI DENGAN JUALAN KACANG GORENG | INI AMANAT KDM

Dedi Mulyadi (KDM), memberikan apresiasi tinggi kepada Ana Derahma, seorang siswi kelas 2 SMK Wiraswasta Cimahi yang menunjukkan kemandirian luar biasa dengan membiayai sekolahnya sendiri melalui jualan kacang goreng. Kisah Ana menjadi inspirasi bagi generasi muda Jawa Barat tentang pentingnya kerja keras dan harga diri.

Dalam sebuah pertemuan, KDM berdialog langsung dengan Ana yang merupakan pelajar jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Berikut adalah poin-poin penting dari pertemuan tersebut:

Kemandirian Ekonomi Siswa: Ana mengungkapkan bahwa dirinya memproduksi dan menjual kacang goreng secara mandiri. Dari usaha yang dijalankan tiga kali seminggu tersebut, ia mampu meraih penghasilan yang digunakan untuk membayar SPP sekolah sebesar Rp200.000 per bulan tanpa membebani orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani.

Apresiasi Melalui Dukungan Usaha: KDM menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberikan bantuan berupa subsidi gratis karena ingin menjaga mentalitas kerja keras Ana. Sebagai gantinya, KDM memberikan dukungan dengan memborong produk Ana dan memberikan pesanan khusus (pre-order) sebanyak 10 kilogram kacang goreng dengan harga yang telah ditingkatkan sebagai bentuk tambahan modal usaha dan THR.

Penyelesaian Biaya Pendidikan: Melalui dukungan tersebut, KDM membantu Ana melunasi seluruh biaya SPP sekolahnya untuk satu tahun ke depan hingga lulus. Dana tersebut langsung diserahkan dengan harapan agar Ana dapat fokus belajar tanpa mengkhawatirkan tunggakan biaya pendidikan, sementara modal usaha tetap tersimpan untuk keberlanjutan produksinya.

Inspirasi Anti-Gengsi: KDM menyoroti penampilan Ana yang tetap rapi dan bersih meski berjualan. Ia menekankan bahwa Ana adalah sosok “orang kaya” yang sebenarnya karena memiliki aset berupa tabungan dan penghasilan tanpa utang, serta tidak menjual kesedihan melainkan menjual kebahagiaan melalui kerja kerasnya.

Jaminan Masa Depan: Melihat bakat dan kegigihan Ana, KDM memberikan motivasi serta jaminan dukungan bagi Ana untuk dapat bekerja di sektor profesional seperti perbankan (BJB) atau mengejar cita-citanya menjadi Polwan setelah lulus nanti.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pesan kuat bagi seluruh anak muda di Jawa Barat bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menempuh pendidikan selama ada kemauan untuk berusaha. KDM mengajak masyarakat untuk mendukung usaha kreatif siswa seperti Ana dengan cara memesan produknya melalui media sosial Instagram.

sumber: