KEMBALI TURUN BENAHI KEKUMUHAN | INI LANGKAH KDM – TATA WARUNG PINGGIR JALAN PROVINSI
Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan langkah nyata dalam membenahi estetika dan ketertiban umum dengan turun langsung memimpin penataan kawasan kumuh serta penertiban bangunan di sepanjang sempadan jalan provinsi. Langkah ini diambil sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih rapi, sehat, dan sesuai dengan aturan tata ruang pemerintah.
Dalam kegiatan tersebut, KDM memberikan instruksi tegas kepada petugas Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah desa setempat untuk memastikan batasan antara hak jalan (Daerah Milik Jalan/DMJ) dengan tanah pribadi. Ia menekankan pentingnya pemasangan patok beton DMJ agar tidak terjadi pembiaran terhadap pelanggaran lahan yang selama ini memicu kekumuhan.
Berikut adalah poin-poin utama dalam aksi penataan tersebut:
- Penertiban Bangunan Liar: Bangunan yang terbukti melanggar garis sempadan jalan diinstruksikan untuk segera dibongkar. KDM meminta petugas melakukan penandaan menggunakan cat semprot (pilok) pada batas-batas lahan sebelum dilakukan tindakan pembongkaran mandiri maupun oleh petugas.
- Alih Fungsi Kawasan Kumuh: Sebuah bangunan tua yang terbengkalai dan menyerupai “rumah hantu” di tikungan jalan direncanakan untuk disewa dan direnovasi menjadi pos penjagaan atau kantor bersama yang lebih bermanfaat bagi keamanan dan estetika wilayah.
- Solusi Humanis bagi Pedagang: KDM memberikan solusi bagi para pedagang yang terdampak penataan. Sebanyak lebih dari 60 pedagang yang menempati tanah desa akan didata ulang. Selama proses pembangunan ulang warung dengan desain yang seragam, setiap pedagang diberikan kompensasi sebesar Rp4 juta sebagai bekal selama mereka beristirahat di rumah.
- Koordinasi Lintas Instansi: Untuk menghindari konflik sengketa lahan, KDM berencana melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna melakukan pengukuran ulang secara akurat guna memastikan legalitas antara hak jalan dan tanah milik warga.
- Visi Kawasan Elit: Penataan ini bertujuan mengubah citra kawasan yang sebelumnya kumuh menjadi kawasan yang lebih tertata dan elit, terutama di titik-titik strategis seperti sekitar kantor polisi dan jalur utama yang sering dilalui pejabat negara maupun wisatawan.
Aksi ini disambut baik oleh warga setelah melalui proses dialog yang persuasif. KDM menegaskan bahwa ketertiban harus dijaga melalui penindakan yang konsisten agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa leluasa melanggar aturan hanya karena adanya pembiaran di masa lalu.
Langkah ini diharapkan menjadi percontohan bagi penataan jalan-jalan provinsi lainnya di Jawa Barat guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan dan kesejahteraan para pedagang lokal melalui tempat usaha yang lebih representatif.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=pWOoJ5CIm5U



