Kisah Natanael, Bocah 8 Tahun Asal Bandung yang Tembus Olimpiade Sains di Amerika Serikat

SUBANG – Di tengah hiruk-pikuk persoalan sosial yang biasa ditangani di Lembur Pakuan, sebuah momen inspiratif hadir saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kedatangan tamu istimewa. Ia adalah Natanael, bocah berusia 8 tahun asal Bandung yang baru saja mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui ajang olimpiade sains di Amerika Serikat.

KDM menyambut hangat Natanael yang datang bersama kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai dokter. Dalam obrolan santai namun penuh makna tersebut, terungkap sosok anak jenius yang memiliki kejujuran dan mimpi besar untuk masa depan Indonesia.

Perjalanan Menuju Orlando dan Cita-cita Peneliti

Natanael menceritakan pengalamannya terbang selama puluhan jam menuju Orlando, Amerika Serikat, untuk mengikuti kompetisi sains tingkat dunia. Meskipun masih duduk di bangku sekolah dasar, Natanael sudah memiliki fokus minat yang kuat pada bidang biologi.

“Aku ingin jadi peneliti ahli biologi,” ujar Natanael dengan mantap. Menanggapi mimpi tersebut, KDM memberikan pesan khusus agar Natanael kelak bisa membantu para petani Indonesia dengan menciptakan pupuk organik terbaik untuk memperbaiki kualitas tanah yang sudah rusak akibat bahan kimia.

KDM menekankan bahwa Indonesia sangat membutuhkan tenaga peneliti hebat agar ke depan bangsa ini tidak terus-menerus bergantung pada produk impor, terutama di bidang alat kesehatan yang harganya sangat mahal.

Koleksi 18 Medali dan Hobi Unik

Prestasi Natanael tidak main-main. Di usianya yang sangat muda, ia telah mengumpulkan sekitar 18 medali dari berbagai kompetisi nasional maupun internasional seperti SIMSO (Siam International Math and Science Olympics), ASMO (Asian Science & Math Olympiad) , dan SISMO (Singapore School Mathematics Olympiad). Menariknya, kecerdasan sainsnya berbanding lurus dengan kecintaannya pada alam dan hewan.

Natanael memiliki hobi memelihara berbagai reptil di rumahnya, mulai dari kadal hingga iguana. Bahkan, dalam pertemuan tersebut, ia secara jujur meminta hadiah yang tidak biasa kepada KDM. Bukannya meminta gawai atau mainan mahal, Natanael justru mengaku ingin memelihara buaya.

“Dari dulu sudah pengin pelihara buaya, tapi enggak pernah boleh sama Mama,” katanya polos, yang disambut tawa oleh KDM dan orang tuanya.

Dukungan untuk Generasi Peneliti

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya, KDM memberikan dukungan finansial yang ia sebut sebagai “hadiah nasional dan internasional” untuk ditabung demi keperluan pendidikan Natanael di masa depan. KDM juga menyarankan agar sekolah memberikan perhatian khusus (akselerasi) mengingat kepandaian Natanael yang melebihi standar usianya.

“Amerika dan negara-negara besar maju karena mereka memiliki banyak peneliti. Saya ingin motivasi ini sampai ke anak-anak di Jawa Barat dan Indonesia, agar pikiran mereka terarah pada dunia penelitian,” pungkas KDM di akhir pertemuan.

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=YijLxekWpgw