Atasi Kemacetan dan Banjir, Pemprov Jabar dan Pemda Bogor-Depok Sepakati Pembangunan Underpass Citayam

SUBANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menyepakati kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mengatasi masalah kemacetan kronis di kawasan perbatasan. Kesepakatan tersebut ditandai dengan rencana pembangunan Underpass Citayam yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2027.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengurai simpul kemacetan di area perlintasan kereta api Citayam yang selama ini dikeluhkan warga.

Sinergi Anggaran: Daerah Bebaskan Lahan, Provinsi Membangun

Dalam kesepakatan tersebut, pembagian tugas dilakukan secara kolaboratif. Pemkab Bogor dan Pemkot Depok bertanggung jawab atas proses pembebasan lahan di wilayah masing-masing, sementara anggaran pembangunan fisik jembatan bawah tanah (underpass) akan sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Jabar.

Selain Underpass Citayam, KDM juga mengungkapkan rencana pembangunan Flyover Bojong Gede yang juga ditargetkan rampung pada tahun 2027 sebagai bagian dari penataan konektivitas di wilayah Bogor Raya.

Solusi Banjir Lintas Wilayah: Iuran Folder dan Tanggul

Pertemuan tersebut juga membahas penanganan banjir di wilayah Bekasi, Karawang, dan Subang yang dipicu oleh luapan sungai-sungai besar. KDM menginisiasi skema “iuran” anggaran antara Pemprov, Pemkot, dan Pemkab untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pengendali banjir.

Untuk penanganan banjir di Kabupaten Bekasi, disepakati skema kolaborasi anggaran sebesar Rp 300 miliar yang berasal dari iuran Pemprov Jabar (Rp 100 miliar), Pemkab Bekasi (Rp 100 miliar), dan Pemkot Bekasi (Rp 100 miliar). Dana ini akan difokuskan untuk pembangunan tanggul permanen di wilayah kritis seperti Muara Gembong.

“Kita harus iuran untuk menyelamatkan warga. Jangan sampai hanya bagi-bagi sembako saat banjir, kita butuh solusi permanen seperti tanggul dan folder air,” ujar KDM dalam diskusi tersebut.

Komitmen Pelestarian Hulu di Bogor

Menanggapi masalah banjir kiriman, Bupati Bogor mengingatkan pentingnya investasi bersama di wilayah hulu. Ia menawarkan lahan milik Pemkab Bogor di sepanjang Sungai Ciliwung dan Cikeas untuk dibangun embung atau folder air sebagai wadah penampungan sebelum air mengalir ke hilir (Jakarta dan Bekasi).

Bupati Bogor juga menyoroti kondisi jalan nasional di wilayah Kemang dan Bojong Gede yang rusak parah dan kerap membuat dirinya serta Gubernur menjadi sasaran kemarahan warga, padahal kewenangan perbaikan berada di tangan pemerintah pusat.

Target 2027: Jabar Istimewa dan Terkoneksi

KDM menutup pertemuan dengan optimisme bahwa pembangunan infrastruktur di Bogor dan Depok akan meningkatkan martabat serta kesejahteraan masyarakat. “Nanti akan terwujud Underpass Citayam dan jembatan layang pada 2027. Kita buat Jawa Barat istimewa, Bogor istimewa, dan Depok maju,” pungkasnya.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=H_IKubKYR2E