Duka di Cisarua: KDM Beri Beasiswa Pendidikan Rp 50 Juta per Anak bagi Keluarga Marinir yang Gugur
JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menemui keluarga besar Korps Marinir yang tengah berduka akibat musibah longsor saat latihan di Cisarua. Dalam pertemuan emosional tersebut, KDM memberikan santunan pribadi dan beasiswa pendidikan senilai total puluhan juta rupiah bagi anak-anak prajurit yang gugur dalam tugas.
Kehadiran KDM disambut langsung oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Endi Supardi dan jajaran perwira tinggi TNI AL. Pertemuan ini menjadi momen penguatan bagi para istri, orang tua, dan anak-anak korban yang sebagian besar berasal dari Jawa Barat dan Lampung.
Santunan dan Beasiswa Pendidikan
Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa. Sebagai bentuk kepedulian nyata, ia memberikan santunan pribadi sebesar Rp 25 juta bagi setiap keluarga prajurit yang gugur.
Lebih lanjut, KDM memberikan perhatian khusus bagi anak-anak yatim yang ditinggalkan. Dari total 13 anak prajurit yang gugur, tiga di antaranya mendapatkan beasiswa pendidikan masing-masing sebesar Rp 50 juta langsung dari KDM, sementara 10 anak lainnya akan mendapatkan bantuan serupa melalui dana CSR Bank BJB.
“Uang ini didepositokan dan tidak boleh dicairkan sampai anak-anak masuk sekolah. Ini adalah bekal pendidikan mereka. Almarhum di alam kubur akan bahagia karena keluarganya memiliki jaminan pendidikan bagi anak-anaknya,” ujar KDM dalam orasinya.
Pemimpin yang Turun Langsung ke Lokasi Bencana
Komandan Korps Marinir mengapresiasi kecepatan KDM dalam merespons bencana di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa saat ia tiba di lokasi longsor Cisarua pada hari pertama, KDM sudah berada di titik evakuasi dengan pakaian yang kotor karena ikut membantu proses pengangkatan jenazah.
“Beliau pemimpin yang peduli, tidak menunggu prosedur panjang. Saat ada musibah, beliau langsung ada di lokasi. Padahal warganya sendiri di Jawa Barat juga banyak yang terkena musibah longsor di titik lain,” ungkap Dankormar.
Proses Evakuasi Masih Berlanjut
Terkait proses pencarian korban, Dankormar melaporkan bahwa hingga minggu kedua, masih ada lima prajurit yang belum ditemukan dari total dua titik longsor (titik 7 dan titik 8). Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga penggunaan teknologi ground detector dan modifikasi cuaca.
Dankormar menambahkan bahwa pencarian terhadap prajurit militer lebih sulit dibandingkan warga sipil karena posisi mereka yang terpisah-pisah saat kejadian, tidak terkumpul di dalam satu bangunan rumah.
Pesan Kemanusiaan KDM
Dalam penutupnya, KDM mendoakan agar seluruh prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Ia menekankan bahwa meskipun istri bisa mendapatkan pengganti suami, namun bagi seorang anak, sosok ayah takkan pernah tergantikan.
“Semoga beasiswa ini bisa meringankan beban. Anak adalah titipan almarhum, mereka tidak boleh susah saat menempuh pendidikan. Semoga mereka kelak tumbuh menjadi perwira-perwira hebat seperti ayah mereka,” pungkas KDM.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=w_uzJ1JM8vw


