Gubernur Jabar Beri Santunan Korban TPT Bogor, Tegaskan Kebijakan Ketat Demi Cegah Bencana Berulang
Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya seorang warga Kota Bogor yang menjadi korban bencana tertimpa Tembok Penahan Tanah (TPT) dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan bahwa Pemprov Jabar akan memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak bencana.
“Pertama saya menyampaikan bela sungkawa. Ada warga Kota Bogor yang tertimpa TPT dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Kami, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan menyampaikan santunan untuk keluarga yang ditinggalkan,” ujar Dedi.
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa bencana akan terus terjadi apabila manusia tidak mau berintrospeksi dan tetap membenarkan kesalahan yang dilakukan terhadap alam . Ia menyoroti sikap sebagian pihak yang kerap menghindar dari tanggung jawab ketika bencana terjadi.
“Giliran bencana terjadi, tidak mau berkorban, bersembunyi, dan tidak mau bertanggung jawab. Ini yang kita sesalkan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa kebijakan ketat Pemerintah Provinsi Jawa Barat , termasuk penghentian pembangunan perumahan di areal sawah, danau, situ, tebing , serta langkah revitalisasi dan reboisasi di berbagai wilayah , sering kali dianggap menyakitkan, menjengkelkan, atau menyebalkan oleh sebagian pihak. Namun kebijakan tersebut dilakukan semata-mata untuk mencegah bencana dan melindungi masyarakat .
“Semua kebijakan itu adalah bentuk kepentingan bersama. Saatnya kita berbenah, saatnya kita menyadari bahwa kita pernah melakukan kesalahan terhadap alam,” ujarnya.
Dedi Mulyadi pun mengingatkan agar kesalahan yang sama tidak kembali diulang , sehingga peristiwa bencana serupa tidak terus terjadi di masa mendatang. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga alam sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana.
“Jangan pernah mengulangi kesalahan yang serupa untuk peristiwa bencana yang serupa. Semoga kita tetap memiliki semangat untuk menjaga dan merawat alam,” tutupnya.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7600941411277573383



