Bertemu Dengan Kakek Penjual Es | Mengaku Dipukulin Preman ? Ini Langkah KDM

Kang Dedi Mulyadi (KDM), menemui Bapak Ajat Sudrajat, seorang kakek penjual es kue jadul yang belakangan viral. Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami tindak intimidasi serta untuk meluruskan duduk perkara yang terjadi.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Ajat menceritakan pengalaman pahitnya saat berjualan di wilayah Kemayoran. Ia mengaku dikeroyok oleh sekitar lima orang yang diduga preman. Pengeroyokan tersebut dipicu oleh tuduhan bahwa es yang dijualnya adalah es palsu berbahan spon. Bapak Ajat menyatakan bahwa esnya sempat diacak-acak, dan dirinya mendapatkan kekerasan fisik berupa pukulan.

Bapak Ajat juga mengungkapkan adanya oknum aparat yang berada di lokasi saat kejadian. Berdasarkan penuturannya, meskipun oknum aparat tersebut telah meminta maaf, ia masih merasa tertekan dan takut untuk kembali berdagang di area tersebut karena adanya ancaman dari pihak preman.

Merespons aduan tersebut, Kang Dedi Mulyadi memberikan dukungan moral dan material kepada Bapak Ajat. Berikut adalah poin-poin langkah bantuan yang diberikan:
* Bantuan Finansial dan Modal Usaha: Dedi Mulyadi memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp5.000.000 untuk modal usaha baru dan kebutuhan pokok sehari-hari agar Bapak Ajat tidak perlu lagi berjualan es yang penuh risiko.
* Pelunasan Tunggakan: Dedi Mulyadi menginstruksikan stafnya untuk melunasi biaya kontrakan rumah Bapak Ajat selama satu tahun penuh serta melunasi hutang di warung sembako langganannya.
* Pendidikan Anak: Mengingat adanya tunggakan biaya sekolah anak Bapak Ajat, Dedi Mulyadi berkomitmen untuk melunasi biaya tersebut langsung ke pihak sekolah sekaligus melakukan pengecekan status sekolah tersebut untuk memastikan tidak ada pungutan liar jika sekolah tersebut berstatus negeri.

* Dukungan Hukum: Dedi Mulyadi mendorong Bapak Ajat untuk berani menempuh jalur hukum terkait penganiayaan yang dialaminya. KDM menegaskan bahwa sebagai pemimpin, ia berkewajiban melindungi warga dari tindakan intimidatif oleh pihak manapun, baik masyarakat biasa maupun oknum aparat.

Melalui tindakan ini, KDM berharap Bapak Ajat dapat memulai hidup yang lebih tenang tanpa rasa takut dan bisa menjalankan usaha yang lebih layak untuk menghidupi keluarganya.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=K020NxBAsYI