KDM NGAMBEK SAAT LIHAT HALAMAN MASJID DAN PARKIR DI PUNCAK BOGOR KOTOR

BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan inspeksi mendadak ke kawasan wisata Puncak, Bogor. Dalam kunjungan tersebut, KDM menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi pengelolaan fasilitas publik, khususnya area parkir dan lingkungan Masjid Atta’awun yang dinilai kurang terawat dan kumuh.

KDM menyoroti kontradiksi antara pendapatan pengelolaan parkir yang cukup besar dengan kondisi lapangan yang kotor dan tidak tertata. Beliau menegaskan bahwa sebagai salah satu destinasi wisata favorit, kawasan Puncak seharusnya mencerminkan standar kebersihan dan estetika yang tinggi.

“Sangat memprihatinkan melihat tempat ibadah dan fasilitas publik di kawasan wisata internasional seperti ini tidak diurus dengan baik. Pendapatan ada, tapi kebersihannya diabaikan. Ini menyangkut harga diri Jawa Barat,” tegas KDM saat berbincang dengan pengelola di lokasi.

Dalam aksi nyata untuk melakukan perbaikan cepat, KDM secara pribadi memberikan bantuan sebesar Rp50 juta yang dialokasikan khusus untuk pengecatan ulang dan perbaikan fasilitas Masjid Atta’awun yang mulai tampak kusam. Beliau meminta agar pengelolaan kebersihan dilakukan secara rutin dan profesional tanpa hanya mengandalkan anggaran pemerintah yang seringkali birokratis.

Selain masalah bangunan, KDM juga mengkritisi kondisi lingkungan sekitar, termasuk pohon-pohon hasil penghijauan yang dinilai kurang subur dan tidak terawat. Beliau menyarankan agar pengelola melibatkan masyarakat lokal dengan sistem upah yang layak untuk menjaga dan memelihara ekosistem di kawasan tersebut secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan ini, KDM juga sempat berdiskusi dengan perwakilan instansi terkait mengenai rencana transformasi kawasan Puncak yang berbasis restorasi ekologis. Beliau menekankan bahwa setiap pembangunan di Puncak tidak boleh lagi membuka lahan baru atau merubah fungsi hutan, melainkan harus fokus pada pembenahan bangunan yang sudah ada agar selaras dengan lingkungan alam.

Peninjauan ini diharapkan menjadi pemicu bagi pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pengelola swasta, untuk lebih serius dalam menjaga aset-fasilitas publik demi kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan lingkungan di Jawa Barat.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=rizZEQheClc