KDM BEKALI WARGA TERDAMPAK LONGSOR 10 JT PER KK – DIBANDING TINGGAL DI KANTOR DESA
BANDUNG BARAT – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan memberikan bantuan langsung kepada para korban terdampak.
Dalam kunjungannya, KDM menegaskan pentingnya langkah cepat dalam penanganan pengungsi agar tidak mengalami trauma berkepanjangan di tempat evakuasi sementara.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, KDM memberikan bantuan dana sebesar Rp10 juta per Kepala Keluarga (KK) bagi warga yang rumahnya terdampak langsung. Dana ini dialokasikan sebagai modal awal bagi warga untuk mencari kontrakan atau tempat tinggal sementara yang lebih layak dan nyaman daripada bertahan di kantor desa atau posko pengungsian yang berisiko memicu stres dan gangguan kesehatan.
Selain bantuan biaya sewa rumah sementara, KDM juga mengumumkan pemberian santunan sebesar Rp25 juta bagi setiap keluarga yang anggotanya menjadi korban jiwa dalam musibah ini. Dana tersebut dimaksudkan untuk membantu biaya pengurusan jenazah dan meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam evaluasi di lapangan, KDM menyoroti penyebab bencana yang diduga kuat akibat alih fungsi lahan di daerah kemiringan. Beliau mengamati bahwa kawasan yang seharusnya menjadi hutan rimbun telah berubah menjadi perkebunan sayur yang menggunakan plastik mulsa, sehingga tanah menjadi gembur dan mudah lepas saat dipicu curah hujan tinggi.
Berikut adalah poin-poin utama dalam langkah penanganan bencana yang disampaikan:
• Relokasi dan Pemulihan Lingkungan: KDM mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan relokasi pemukiman dari zona merah bencana ke lokasi yang lebih aman. Beliau menegaskan bahwa area bekas longsor harus dikembalikan fungsinya sebagai hutan lindung atau ditanami pohon keras seperti bambu untuk memperkuat struktur tanah.
• Mitigasi Berbasis Tata Ruang: Bencana ini menjadi momentum untuk membenahi tata ruang wilayah secara ketat. Pembangunan tidak boleh lagi mengabaikan aspek mitigasi bencana, terutama di daerah dengan kemiringan ekstrem.
• Fokus Evakuasi: Dengan diberikannya dana kontrakan kepada warga, petugas di lapangan diharapkan dapat lebih fokus pada proses pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun tanpa terpecah konsentrasinya untuk mengurus logistik harian pengungsi di posko.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan tingkat kesulitan tinggi akibat tumpukan tanah, pepohonan, dan bebatuan. KDM juga memberikan apresiasi kepada petugas lapangan yang telah berjibaku melakukan proses evakuasi dalam kondisi medan yang berat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=K7c9EI_65Do



