BERGERAK CEPAT – AREAL TAMBANG KINI DITANAMI POHON | PEKERJA TAMBANG JADI PENGELOLA HUTAN

Dalam sebuah langkah nyata pemulihan lingkungan, wilayah bekas penambangan pasir dan batu di Jawa Barat mulai ditransformasi menjadi kawasan hijau produktif melalui aksi penanaman pohon massal. Program rehabilitasi ini menandai peralihan signifikan dari kegiatan eksploitasi alam menjadi aksi konservasi yang melibatkan masyarakat lokal secara langsung.

Proses pemulihan dimulai pada lahan tahap pertama seluas 12 hektar dengan target awal penanaman sekitar 500 pohon. Inisiatif ambisius ini diproyeksikan akan terus meluas hingga mencakup area seluas 100 hingga 1.000 hektar di kawasan sekitar Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi lahan yang rusak akibat aktivitas penambangan yang selama ini tidak terkontrol dan menyimpang dari kesepakatan awal mengenai perataan lahan.

Aspek utama yang menjadi sorotan dalam proyek ini adalah pemberdayaan sumber daya manusia setempat. Sebanyak 63 warga yang sebelumnya menggantungkan hidup sebagai penambang dan pengangkut pasir kini beralih profesi menjadi tenaga pengelola hutan. Mereka diberikan tanggung jawab penuh untuk merawat pohon-pohon tersebut dengan skema pengupahan harian. Perubahan profesi ini diharapkan dapat memberikan kepastian ekonomi baru sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap kelestarian lingkungan mereka sendiri.

Dalam teknis pelaksanaannya, penanaman dilakukan dengan standar kualitas yang ketat untuk memastikan keberlangsungan hidup tanaman. Skema yang diterapkan adalah kombinasi antara pohon hutan dan pohon produksi, seperti jengkol, dengan rasio tiga banding dua. Pola ini sengaja dipilih agar lahan tidak hanya berfungsi sebagai penyerap air dan penyeimbang iklim mikro, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga melalui hasil panen buah-buahan di masa depan.

Dukungan penuh juga mengalir dari para pemilik lahan yang telah menandatangani perjanjian penanaman kembali. Banyak pemilik lahan mengungkapkan rasa syukur atas inisiatif ini, mengingat lahan milik mereka sebelumnya terbengkalai dalam kondisi berbatu dan curam akibat pengerukan yang berlebihan. Dengan adanya pengawasan intensif dan pemeliharaan rutin, proyek ini optimis dapat menghindari kegagalan reboisasi yang sering terjadi pada proyek-proyek konvensional, sekaligus memastikan areal bekas tambang tersebut kembali menjadi hutan yang rimbun dan produktif.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=iD8Tr003RZg