Curhat Staff Desa | Warga Kekurangan Air Setelah Aliran Air Ciremai Dikelola PDAM
Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan peninjauan langsung ke wilayah perbatasan Kabupaten Kuningan dan Cirebon guna merespons keluhan warga Desa Cikalahang terkait kelangkaan air. Krisis ini diduga terjadi setelah aliran mata air dari kaki Gunung Ciremai dikelola secara komersial oleh pihak PDAM dan mitra swasta.
Dampak Sektor Pertanian dan Lingkungan
Dalam dialog bersama staf Desa Cikalahang, terungkap fakta bahwa sejak tahun 2022, luas lahan pertanian di desa tersebut menyusut drastis. Dari semula sekitar 114 hektar, kini hanya tersisa kurang lebih 89 hektar lahan produktif yang masih mendapatkan pengairan. Penyusutan sebesar 20% ini disebabkan oleh dialihkannya debit air yang seharusnya mengalir ke saluran irigasi (tersier) warga ke dalam jaringan pipa PDAM untuk kepentingan komersial.
Temuan Pelanggaran di Lapangan
KDM menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan sumber daya air, antara lain:
- Pemasangan infrastruktur pipa PDAM yang ditempatkan langsung di jalur saluran air warga, sehingga menghambat distribusi air ke persawahan.
- Adanya dugaan penutupan pintu air yang seharusnya mengalir ke sungai untuk kebutuhan masyarakat, namun dialihkan sepenuhnya ke reservoar perusahaan pengelola.
- Rencana pengambilan air menggunakan pompa berkekuatan besar yang dinilai sebagai upaya eksploitasi berlebihan.
Langkah Solusi dan Rehabilitasi Hutan
Selain menyoroti masalah air, KDM juga melanjutkan komitmennya dalam program penghijauan di kawasan Gunung Ciremai. KDM menginstruksikan langkah-langkah strategis sebagai berikut:
- Pemberdayaan Warga: Melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan gundul seluas ratusan hektar dengan skema pemberian upah bulanan (gaji) agar pohon-pohon yang ditanam benar-benar terawat hingga besar.
- Pembebasan Lahan: Pemerintah Provinsi akan memproses pembebasan lahan seluas 12 hektar untuk dijadikan hutan lindung demi menjaga ketersediaan air tanah di masa depan.
- Koordinasi Lintas Instansi: KDM akan memanggil pihak BBWS, PSDA, dan PDAM untuk mengevaluasi pembagian air agar kepentingan masyarakat lokal dan sektor pertanian menjadi prioritas utama sebelum kepentingan komersial.
Komitmen Pelestarian Alam
KDM menegaskan bahwa air di kaki Gunung Ciremai harus dirasakan manfaatnya terlebih dahulu oleh warga sekitar. Beliau mendesak pihak Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan pemerintah daerah terkait untuk lebih tegas dalam mengendalikan pemanfaatan mata air agar tidak merugikan ekosistem dan ekonomi warga desa penyangga.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=FloCHB58On4



