Tanggul Kalimalang Karawang Jebol, Ratusan Rumah Terendam dan Ribuan Hektar Sawah Terancam

KARAWANG – Tanggul Sungai Kalimalang di wilayah Kabupaten Karawang mengalami kebocoran serius hingga jebol pada Sabtu dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga di Kampung Cisalak dan mengancam keberlangsungan ribuan hektar persawahan di sekitarnya.

Kronologi dan Dampak Luapan Air
Laporan mengenai jebolnya tanggul diterima pihak terkait sekitar pukul 05.00 WIB. Air dengan cepat meluap dan merendam pemukiman warga di Kampung Cisalak dan Cisalak Utara, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat. Hingga Sabtu pagi, ketinggian air di rumah warga telah mencapai lutut orang dewasa.

Kondisi ini diperparah dengan posisi pemukiman yang berada di dataran rendah. Warga yang terdampak, termasuk penghuni puluhan kontrakan di area kaplingan, mulai mengevakuasi barang-barang berharga dan kendaraan bermotor ke tempat yang lebih tinggi, seperti musala dan masjid. “Air mulai masuk sejak jam 07.00 pagi, sekarang semakin dalam,” ujar salah satu warga di lokasi.

Selain pemukiman, luapan air sungai ini juga merendam ribuan hektar sawah yang saat ini dalam kondisi mulai keluar malai atau menjelang panen.

Penyebab: Usia Teknis Konstruksi Melampaui Batas
Pihak otoritas terkait menjelaskan bahwa tanggul dan saluran Tarum Barat ini dibangun sekitar tahun 1967, yang berarti telah mencapai usia 53 tahun. Secara teknis, umur konstruksi tersebut telah melampaui batas umur teknis ideal yang biasanya berkisar 50 tahun.

Penurunan fungsi konstruksi ini disinyalir dipercepat oleh aktivitas kendaraan dengan kapasitas beban berat yang sering melintasi jalan inspeksi di sepanjang Kalimalang. Getaran dari kendaraan tersebut diduga memicu munculnya rongga-rongga pada tanggul yang kemudian menjadi titik awal jebolnya tanggul.

Langkah Penanganan Darurat

Untuk mengatasi situasi tersebut, langkah-langkah cepat diambil melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemda Karawang, BBWS, dan PJT. Berikut adalah langkah penanganan yang dilakukan:

  1. Penurunan Debit Air: Debit air Kalimalang yang semula 55 m³/detik diturunkan secara bertahap hingga menjadi 20 m³/detik untuk mengurangi tekanan pada titik tanggul yang jebol.
  2. Pemasangan Tanggul Darurat: Material berupa dolken (kayu), batu kali, karung tanah, dan bronjong telah disiapkan di lokasi. Petugas menargetkan pemasangan kis dam atau bendungan sementara selesai pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB untuk mengalihkan aliran air.
  3. Pasokan Air ke Jakarta Tetap Aman: Meskipun ada penurunan debit di titik tersebut, pasokan air baku untuk DKI Jakarta dipastikan tidak terganggu karena adanya suplai tambahan dari Sungai Cikarang sebesar 57 m³/detik dan suplesi Cibeet.

Himbauan kepada Warga Di lokasi kejadian untuk segera mengamankan diri dan tidak memaksakan tinggal di dalam rumah selama proses perbaikan tanggul berlangsung. Kepala Desa menekankan agar warga memprioritaskan keselamatan jiwa dan barang elektronik sebelum air semakin tinggi akibat faktor cuaca.

Pemerintah berkomitmen untuk melakukan penanganan permanen segera setelah tanggul darurat berhasil menstabilkan aliran air, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=NXAvE6Z385E