Gubernur Jabar: Bantuan Warga Terdampak Banjir Babakan Cisarua Akan Kami Tuntaskan
Sukabumi – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menuntaskan persoalan bantuan bagi warga terdampak banjir bandang Sungai Cidadap di Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Dedi menyampaikan bahwa dirinya memahami keresahan warga yang hingga kini belum menerima bantuan kompensasi sebesar Rp10 juta per rumah, meski bencana tersebut telah terjadi sejak 2024 lalu.
“Saya paham betul kekecewaan warga. Satu tahun berlalu, mereka masih bertahan dalam kondisi yang tidak mudah, tanpa kepastian bantuan maupun relokasi,” ujar Dedi.
Menurut Dedi Mulyadi, persoalan bencana di Kabupaten Sukabumi tidak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan yang terjadi secara masif. Ia menyoroti maraknya aktivitas penambangan, baik legal maupun ilegal, alih fungsi lahan, serta menyusutnya kawasan hijau dan hutan.
“Problem Sukabumi ini berulang karena alamnya rusak. Banyak titik tambang, alih fungsi lahan, dan data menunjukkan kebun sawit terluas di Jawa Barat ada di Kabupaten Sukabumi,” kata Dedi.
Selain itu, ia menambahkan bahwa aktivitas kendaraan bertonase tinggi yang lalu lalang setiap hari turut memperparah kerusakan jalan dan meningkatkan risiko bencana.
Terkait belum dibayarkannya kompensasi rumah warga, Dedi menjelaskan bahwa berdasarkan data yang ia cek, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengajukan usulan bantuan sekitar 500 rumah terdampak bencana Desember 2024 ke BNPB, bukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Namun hari ini saya akan meminta Bupati Sukabumi untuk segera mengajukan usulan ke provinsi. Kita akan tindak lanjuti agar ada kejelasan dan penyelesaian terhadap sekitar 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor,” tegasnya.
Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mengambil peran agar bantuan tidak berlarut-larut dan warga mendapatkan haknya. Ia juga meminta agar proses administrasi penanganan bencana ke depan dilakukan lebih terkoordinasi.
Di akhir pernyataannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan pelayanan yang dirasakan, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan.
“Kalau tidak ingin banjir, tanam pohon. Jangan menanam keributan. Jaga alam, jaga lingkungan,” pungkas Dedi.
sumber : https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7593149025373801746



