Dedi Mulyadi Apresiasi Transparansi Kas Kampung Cikaruncang: Warga Umumkan Keuangan RW Secara Terbuka
Subang – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi praktik transparansi pengelolaan keuangan yang dilakukan warga Kampung Cikaruncang, Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Menurutnya, keterbukaan pengelolaan kas di tingkat kampung merupakan contoh nyata tata kelola keuangan yang baik dan patut ditiru oleh wilayah lain di Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menanggapi laporan terbuka penerimaan dan pengeluaran kas warga Kampung Cikaruncang untuk periode 15 Oktober hingga 31 Desember 2025 yang diumumkan secara terbuka kepada publik melalui akun media sosial @cikaruncang.heran
“Ini contoh yang sangat luar biasa. Sebuah kampung mampu menampilkan pengelolaan anggaran RW-nya dengan transparan dan terbuka kepada masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, apabila pola pengelolaan keuangan seperti yang dilakukan Kampung Cikaruncang diterapkan secara luas—mulai dari desa, kelurahan, kabupaten/kota hingga tingkat provinsi maka masyarakat akan merasa dirinya menjadi bagian dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Kalau masyarakat merasa menjadi bagian dari pengelolaan pembangunan, maka membayar pajak tidak akan lagi dianggap sebagai beban. Pajak akan dirasakan sebagai investasi untuk kepentingan negara, masyarakat, dan masa depan anak cucu kita,” kata Dedi.
Dedi Mulyadi juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan di Jawa Barat, mulai dari kepala desa, Badan Musyawarah Desa (BPD), lurah, bupati, hingga wali kota, untuk membangun budaya transparansi dalam pengelolaan keuangan publik.
Ia menegaskan, keterbukaan bukan hanya soal menyampaikan jumlah dana yang diterima dan dikeluarkan, tetapi juga menjelaskan secara rinci peruntukannya kepada masyarakat. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat terus diperkuat.
“Sebarkan ke publik berapa yang diterima, berapa yang dikeluarkan, dan digunakan untuk apa saja. Dengan transparansi seperti ini, Jawa Barat akan melangkah menjadi provinsi yang memiliki akuntabilitas dan visi masa depan yang kuat,” ujarnya.
Dedi berharap semangat transparansi yang ditunjukkan Kampung Cikaruncang dapat menular ke seluruh wilayah Jawa Barat, sehingga tata kelola pemerintahan yang bersih dan partisipatif benar-benar terwujud dari tingkat kampung hingga provinsi.
“Lembur diurus, kota ditata. Jawa Barat istimewa,” pungkasnya.
sumber : https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7592385972961021202



