BERKUNJUNG KE KAMPUNG MIDUANA | KDM LEWATI TANJAKAN CURAM RIANG GEMBIRA

KABUPATEN CIANJUR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), kembali melakukan aksi “blusukan” yang menantang adrenalin. Kali ini, tujuannya adalah Kampung Adat Miduana yang terletak di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Perjalanan ini menjadi sorotan karena rute yang ditempuh sangat ekstrem, dengan tanjakan curam dan medan off-road yang harus dilalui dengan riang gembira.

Kunjungan KDM ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan membawa misi revitalisasi budaya dan pelestarian lingkungan di salah satu kampung adat tersembunyi di Jawa Barat.

Menyisir Keindahan Alam dan Kesejahteraan Buruh Teh

Perjalanan dimulai dengan menyusuri kawasan Pangalengan yang asri. KDM memuji keindahan alam yang harmoni dan menekankan pentingnya mempertahankan fungsi konservasi di daerah tersebut. Pohon-pohon teh yang mengakar kuat di tanah disebutnya memiliki peran vital dalam menahan erosi dan menjaga ketersediaan air.

Di tengah perkebunan teh, KDM menyempatkan diri berdialog dengan para buruh petik teh di bawah naungan Puslit (Pusat Penelitian) Perkebunan. Ia mendapati bahwa pendapatan mereka rata-rata berkisar Rp 50.000 per hari. Meski upahnya tergolong kecil, KDM memberikan apresiasi tinggi kepada para buruh tersebut.

“Eceu (Ibu) sanajan diupahna murah, boga jasa ka Jawa Barat. Jasana naon? Lamun euweuh kebon enteh ieu, euweuh leuweung ieu, banjir (Ibu meskipun diupah murah, punya jasa besar bagi Jawa Barat. Apa jasanya? Kalau tidak ada kebun teh ini, tidak ada hutan ini, akan terjadi banjir),” ujar KDM sambil memberikan santunan sebesar Rp 7.000.000 untuk dibagi kepada para buruh petik teh di lokasi tersebut.

Edukasi Lingkungan dan Pawang Ular di Perkebunan

Interaksi unik terjadi ketika KDM berbincang dengan seorang buruh yang juga dikenal sebagai pawang ular. Sang pawang menceritakan pengalamannya menangkap King Kobra seberat 16 kilogram di area perkebunan. KDM menekankan agar satwa liar seperti ular tidak dibunuh, melainkan dipindahkan ke habitat aslinya di cagar alam demi menjaga keseimbangan ekosistem.

KDM juga sempat menguji kemampuan berhitung seorang anak sekolah yang ia temui di jalan. Selain memberikan hadiah, ia menitipkan pesan kuat agar anak-anak tidak membuang sampah ke sungai dan harus menyayangi alam.

“Kudu nyaah ka alam, sabab lamun leuweung gundul berarti bakal banjir jeung longsor (Harus sayang pada alam, sebab kalau hutan gundul berarti akan banjir dan longsor),” pesannya.

Misi Revitalisasi Kampung Adat Miduana

Memasuki wilayah Naringgul, KDM disambut oleh Abah, salah satu tokoh warga Kampung Miduana yang berusia 69 tahun. Abah menjelaskan bahwa warga Kampung Adat Miduana sangat menjunjung tinggi ketahanan pangan dan memiliki pantangan keras untuk tidak menebang pohon secara sembarangan serta tidak menggunakan pestisida.

Merespons kondisi rumah warga yang sebagian masih tidak layak huni, KDM melontarkan tantangan produktif. Ia menjanjikan bantuan satu buah rumah bagi setiap warga yang sanggup melakukan penanaman pohon di area satu hektar yang gundul atau kritis.

“Sing saha nu bisa ngerjakeun nanam tangkal di satu hektar areal, maka nanti akan dapat hadiah satu buah rumah (Barangsiapa yang bisa menanam pohon di satu hektar lahan, maka nanti akan mendapat hadiah satu unit rumah),” tegas KDM.

Menembus Medan Ekstrem Menuju Jantung Kampung

Perjalanan menuju inti Kampung Miduana ditempuh menggunakan motor dengan medan off-road yang sangat berat. Dalam perjalanan KDM disuguhi pemandangan alam yang indah dan berpesan untuk selalu menjaga alam. KDM mengagumi jembatan-jembatan kayu yang diberi atap saung agar kayu tidak mudah lapuk. Ia berencana menata kembali atap jembatan tersebut menggunakan ijuk agar terlihat lebih artistik dan tradisional.

Setibanya di perkampungan yang terdiri dari sekitar 22 rumah, KDM memastikan seluruh bangunan tersebut akan masuk dalam program revitalisasi. Ia mengagumi kondisi hutan lindung di sekitar Miduana yang masih terjaga keasriannya dan mendesak agar tetap dipertahankan karena kemakmuran Tatar Sunda berasal dari pertanian yang terjaga.

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=yQ4C9e2QQHE