TURUN DARI GUNUNG PADANG – KDM DISERBU WARGA | PASTIKAN TANAH HGU DIHIJAUKAN KEMBALI

KABUPATEN CIANJUR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menarik perhatian publik saat melakukan kunjungan ke kawasan situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur. Saat menuruni jalur situs bersejarah tersebut, Dedi langsung “diserbu” oleh warga setempat dan para pedagang UMKM yang ingin menyampaikan aspirasi sekaligus berfoto bersama.

Kunjungan ini tidak hanya sekadar peninjauan situs, tetapi juga menjadi momentum bagi KDM untuk mengonsolidasi rencana penyelamatan lingkungan melalui skema penghijauan kembali lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang digarap warga.

Interaksi Hangat dan Dukungan UMKM Gunung Padang

Sejak menit awal kepulangannya dari area teratas situs, Dedi Mulyadi disambut oleh para juru pelihara dan pedagang lokal. Salah satu perwakilan masyarakat, Kang Rusmana, menunjukkan produk unggulan UMKM Gunung Padang berupa gula aren (gula beureum) dan kopi lokal kepada Dedi Mulyadi.

Melihat potensi tersebut, Dedi memberikan saran strategis agar para perajin gula aren membuat kemasan yang lebih kecil dan praktis, mirip dengan kemasan dodol, agar lebih mudah dibawa oleh wisatawan sebagai buah tangan. Ia juga sempat mengapresiasi kerajinan senjata tajam khas daerah tersebut, seperti Golok Naga, yang memiliki nilai sejarah ratusan tahun.

“Zaman sekarang itu zaman efektif, buatlah yang kecil-kecil kemasannya supaya gampang dibawa,” ujar Dedi saat berdialog dengan perajin lokal.

Komitmen Penghijauan Lahan HGU dan Solusi Longsor

Fokus utama dalam dialog KDM dengan perangkat desa dan Bupati Cianjur adalah mengenai tata kelola lahan perkebunan. Dedi menekankan pentingnya mengembalikan fungsi ekologi lahan HGU (Hak Guna Usaha) yang saat ini banyak digarap oleh warga tanpa pengawasan lingkungan yang ketat.

Ia meminta Kepala Desa untuk mendata seluruh warga yang menggarap lahan HGU. Rencananya, pemerintah akan membiayai proses penanaman kembali (penghijauan) namun dengan tetap memberikan hak ekonomi kepada warga. Konsolidasi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana longsor yang sering menghantui wilayah perbukitan.

“Warga dikonsolidasi dulu supaya tidak longsor. Masalah jembatan yang putus nanti dibangun, tapi yang penting penghijauan ini harus jalan,” tegas KDM kepada aparat desa setempat.

Visi Transformasi Wisata “Tanpa Plastik”

Dalam perjalanannya menuruni gunung, Dedi juga menyoroti kondisi warung-warung di pinggir jalan yang masih menggunakan tenda plastik. Ia mendorong adanya transformasi arsitektur bangunan di kawasan Gunung Padang dengan kembali menggunakan material alami seperti kayu dan bambu (saung).

Visi ini didasarkan pada keberhasilan Desa Dangdeur yang mampu menghasilkan omzet hingga Rp 500 juta per minggu melalui penjualan makanan tradisional di lingkungan yang tertata rapi.

Kesejahteraan Buruh Petik Teh

Dedi juga menyempatkan diri berdialog dengan buruh petik teh di sekitar perkebunan PTPN. Ia prihatin melihat pendapatan buruh yang rata-rata hanya mendapatkan Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per hari jika statusnya hanya sebagai buruh petik. Menurutnya, jika lahan dikelola secara mandiri dengan dukungan pemerintah melalui HGU yang produktif, warga bisa mendapatkan hingga Rp 100.000 per hari.

Kegiatan diakhiri dengan aksi borong jajanan baso dan sate oleh KDM untuk dibagikan kepada anak-anak sekolah dan warga sekitar, sebelum ia melanjutkan perjalanan kembali.

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=WfzxMq3xgGs