Gubernur Jawa Barat Tegaskan Hentikan Alih Fungsi Lahan, Minta Maaf ke Pelaku Usaha Demi Cegah Banjir dan Longsor
Bandung — Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada berbagai pihak terkait kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berdampak pada aktivitas ekonomi, khususnya dalam upaya menghentikan alih fungsi lahan yang berpotensi memicu banjir dan longsor.
Dalam pernyataannya yang diunggah di akun media sosial @dedimulyadiofficial, Kang Dedi mengawali dengan mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Barat dan jajaran Tim Siber Polda Jawa Barat atas respons cepat terhadap pengaduan masyarakat.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Jawa Barat, Pak Kapolda, dan Tim Cyber Polda Jawa Barat yang selama ini selalu responsif terhadap berbagai pengaduan masyarakat, sehingga keresahan dan kegelisahan warga dapat ditangani dengan baik,” ujar Gubernur.
Permohonan Maaf atas Dampak Kebijakan Lingkungan
Kang Dedi Mulyadi juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang terdampak secara ekonomi akibat kebijakan penghentian sejumlah aktivitas yang dinilai berisiko merusak lingkungan.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut mencakup penghentian alih fungsi lahan, antara lain:
- Penanaman sayuran di kawasan perbukitan dan pegunungan;
- Pembangunan perumahan di wilayah perbukitan;
- Alih fungsi lahan di kawasan rawa dan persawahan
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat dari ancaman banjir dan longsor.
“Kebijakan ini kami lakukan demi menyelamatkan masyarakat. Karena ketika bencana banjir atau longsor terjadi, semua yang dibangun bisa hilang dalam sekejap dan tidak lagi bermakna,” tegasnya.
Pembangunan Tak Bermakna Jika Lingkungan Rusak
Kang Dedi menekankan bahwa keuntungan ekonomi dari kegiatan usaha yang berpotensi menimbulkan bencana tidak sebanding dengan kerugian besar yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.
Ia menyoroti ketimpangan dampak bencana, di mana korban justru masyarakat yang tidak terlibat dalam aktivitas perusakan lingkungan, sementara pelaku usaha yang memicu risiko bencana kerap tidak merasakan langsung dampaknya.
“Yang paling menyakitkan, yang menerima dampak bencana bukanlah pelaku yang menimbulkan bencana. Justru mereka yang tidak berdosa mengalami penderitaan luar biasa,” ungkapnya.
Ajakan Jaga Harmoni Lingkungan
Di akhir pernyataannya, Kang Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengoreksi dan meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.
Ia menegaskan bahwa harmoni lingkungan adalah syarat mutlak agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan seimbang.
“Mari kita sama-sama menyadari bahwa harmoni lingkungan adalah sebuah keharusan jika pembangunan ingin berjalan seimbang dan berkelanjutan,” pungkasnya.
sumber : https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7584594135756082440



