Jalur Provinsi Menuju Pangalengan Mulus Tapi Rawan, Perlu Pelebaran Jalan, Drainase, dan Reboisasi
Bandung — Kondisi jalur jalan provinsi menuju Pangalengan saat ini dinilai sudah relatif mulus dan memiliki marka jalan yang jelas. Namun, persoalan lebar jalan yang terbatas dan sistem drainase yang belum memadai masih menjadi perhatian serius, terutama untuk keselamatan pengguna jalan dan mitigasi bencana.
Dalam video yang diunggah di akun media sosial Gubernur Jawa Barat @dedimulyadiofficial, disampaikan harapan agar ke depan jalan provinsi menuju Pangalengan dapat diperlebar, dilengkapi drainase yang baik, serta ditata secara menyeluruh agar kawasan sepanjang jalur tersebut berubah dari kesan kumuh menjadi kawasan yang indah dan tertata. Pembangunan ditegaskan bukan untuk merusak lingkungan, melainkan untuk menata ruang secara berkelanjutan.
Kemacetan Akibat Pekerjaan Jalan dan Imbauan Keselamatan
Masyarakat Jawa Barat juga diingatkan bahwa kemacetan di sejumlah ruas jalan provinsi terjadi karena proses pembangunan yang dilakukan hampir setiap hari. Oleh karena itu, pengguna jalan diminta untuk tidak menerobos atau mendahului kendaraan dan alat berat seperti penggilas jalan dan alat berat lainnya yang sedang bekerja, karena sangat berbahaya dan berisiko kecelakaan.
Ancaman Longsor Akibat Gundulnya Pegunungan
Selain persoalan jalan, perhatian besar juga diarahkan pada kondisi pegunungan di sepanjang jalur tersebut yang terlihat semakin gundul. Alih fungsi lahan, termasuk menjadi perkebunan pisang, menyebabkan hilangnya tutupan vegetasi alami yang berfungsi menahan tanah.
Kondisi ini dinilai sangat rawan longsor. Jika material longsoran masuk ke sungai, dikhawatirkan akan menyebabkan pendangkalan sungai, luapan air, hingga banjir besar di wilayah hilir.
Seruan Reboisasi dan Kesadaran Lingkungan
Ke depan, reboisasi dan penghijauan kawasan pegunungan disebut sebagai langkah mendesak untuk menekan potensi bencana. Masyarakat diajak memiliki kesadaran penuh bahwa bencana alam kerap terjadi akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, khususnya dalam merusak lingkungan dan mengabaikan fungsi alam.
Upaya penataan jalan, pembangunan drainase, pelebaran jalur, hingga penghijauan kawasan diharapkan berjalan beriringan agar jalur provinsi menuju Pangalengan aman, nyaman, indah, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Barat.
sumber : https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7584258882156088583



