TERBANG KE ACEH – KDM KEMBALIKAN 47 WARGA JABAR | 2 MALAM BERJALAN KAKI SELAMATKAN DIRI
Kang Dedi Mulyadi (KDM), secara langsung memimpin upaya pemulangan 47 warga Jawa Barat yang terlantar di Aceh. Para pekerja tersebut, yang mayoritas berasal dari Cirebon dan Sukabumi, terdampar setelah proyek pembangunan batalion militer di Aceh Tengah tempat mereka bekerja terhenti menyusul bencana yang melanda wilayah tersebut.
Menurut pengakuan para pekerja, mereka telah ditinggalkan oleh kontraktor setelah bencana terjadi sekitar tiga minggu sebelumnya, menyebabkan mereka tidak mendapatkan upah dan tidak mampu membeli tiket untuk kembali ke kampung halaman. Dalam kondisi putus asa, kelompok tersebut terpaksa berjalan kaki selama dua hari dua malam dari lokasi kerja menuju Kecamatan Gempang, bahkan harus tidur di hutan dan mengonsumsi air mentah karena kehabisan bekal.
Merespons kondisi tersebut, KDM segera terbang ke Aceh untuk memastikan seluruh warga Jawa Barat dapat dipulangkan dengan aman.
Bantuan Tiket dan Modal Kembali
KDM memastikan bahwa 47 warga Jawa Barat tersebut telah mendapatkan tiket pesawat untuk pulang ke daerah masing-masing. Tidak hanya pemulangan, KDM juga memberikan bekal uang tunai sebesar Rp 2 juta per orang untuk membantu keluarga mereka setibanya di rumah.
Selain itu, KDM memberikan perhatian khusus kepada salah satu pekerja dari Sukabumi, Pak Purwanto, yang istrinya (warga Aceh) meninggal dunia sebelum bencana. KDM memberikan tambahan dana sebesar Rp 10 juta untuk memastikan anak dari Pak Purwanto dapat dibawa kembali dan melanjutkan sekolah di Sukabumi. Secara keseluruhan, total bantuan yang disalurkan KDM untuk para warga Jabar yang terdampar ini mencapai lebih dari seratus juta rupiah.
“Ini adalah tanggung jawab. Rakyatnya sengsara di Aceh, sekarang rakyatnya sudah bisa pulang naik pesawat dan membawa bekal untuk keluarganya,” ujar KDM saat bertemu dengan para pekerja di Banda Aceh.
Upaya ini menegaskan komitmen Kang Dedi Mulyadi dalam melindungi dan memfasilitasi warganya yang menghadapi kesulitan di perantauan.
sumber : http://www.youtube.com/watch?v=D31rc5wE77A



