KISAH ENCI KEWALAHAN DAPAT ORDERAN | FIRDAUS SUKSES JADI RELAWAN | EFENDI BELI HP BARU
Kang Dedi Mulyadi (KDM), melanjutkan operasi kemanusiaannya di wilayah terdampak bencana Sumatera Barat dengan strategi ganda: menyalurkan bantuan dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. KDM melakukan transaksi besar dengan membeli stok kebutuhan pokok dan makanan kaleng dari pedagang grosir setempat di Padang, yang total nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Mengedepankan Uang Tunai untuk Mendongkrak Bisnis Lokal
Dalam upaya mempercepat perputaran uang di tengah krisis, Kang Dedi Mulyadi secara khusus menggunakan uang tunai untuk pembayaran. Langkah ini terbukti efektif membantu pedagang lokal “Enci” dalam mengatasi keterbatasan plafon kredit dari distributor mereka.
“Pada saat bencana, akses digital dan listrik sering lumpuh. Uang tunai menjadi sangat vital. Dengan membelanjakan uang tunai di sini, kita memastikan uang beredar, dan pedagang seperti Enci dapat segera memutar modalnya, sehingga ekonomi cepat tumbuh kembali,” jelas Kang Dedi Mulyadi.
Transaksi ini tidak hanya memastikan pasokan bantuan siap didistribusikan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada distributor yang selama ini melayani kebutuhan hingga ke pulau-pulau terpencil seperti Mentawai, di mana harga barang sering melambung tinggi akibat biaya logistik yang mahal.
KDM turut memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan lokal, termasuk Firdaus (seorang pengemudi taksi) dan Effendi, yang bertanggung jawab atas pengiriman bantuan ke berbagai wilayah, termasuk Agam, Sibolga, hingga Aceh Tamiang.
• Penyaluran ke Titik Penting: Bantuan logistik tambahan diarahkan menuju kawasan sekitar Danau Maninjau dan tempat bersejarah seperti kediaman almarhum Buya Hamka di Agam.
• Dukungan Dokumentasi: Untuk menjamin transparansi dan kualitas laporan, KDM memberikan bantuan dana kepada Effendi agar dapat membeli perangkat komunikasi yang memadai. Hal ini bertujuan agar seluruh proses penyaluran bantuan dapat didokumentasikan dengan baik.
• Pesan Moral KDM: Kepada para relawan, KDM berpesan untuk mengabaikan kritik dan cemooh dari warganet. “Berbuat baik dan dipuji itu biasa, tetapi berbuat baik dan dicaci maki, itu baru luar biasa. Jangan berhenti bekerja untuk kemanusiaan,” tegasnya.
Dedi Mulyadi memastikan bahwa seluruh bantuan yang dikumpulkan akan sampai kepada yang membutuhkan melalui jaringan relawan yang terpercaya dan berkomitmen.
sumber : https://www.youtube.com/watch?v=eBooJoWlCLs



