Banjir Citarum: 360 Warga Dayeuhkolot Dijamin Dapat Rumah Kontrakan Rp10 Juta, Pemprov Jabar Siapkan Relokasi Permanen
BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penanganan cepat bagi ratusan warga terdampak banjir di bantaran Sungai Citarum, khususnya di wilayah Dayeuhkolot dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Melalui video yang diunggah di akun media sosial Gubernur Jawa Barat @dedimulyadiofficial, Kang Dedi menegaskan bahwa hampir 360 orang akan segera mendapatkan tempat tinggal sementara berupa rumah kontrakan.
Setiap warga terdampak banjir akan menerima bantuan biaya kontrakan sebesar Rp10 juta.
“Pagi hari ini kami pastikan bahwa bantuan untuk warga yang terdampak banjir di bantaran Sungai Citarum sebanyak hampir 360 orang hari ini akan segera mendapat rumah kontrakan. Masing-masing mendapat Rp10 juta,” ujarnya.
Selain bantuan kontrakan, pemerintah provinsi Jawa Barat sedang menyiapkan opsi relokasi permanen karena warga masih tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang rawan banjir berulang.
Untuk warga terdampak di wilayah Bojongsoang, pendataan masih berlangsung. Kang Dedi memastikan bantuan akan diberikan segera setelah proses verifikasi selesai.
Dalam keterangannya, Kang Dedi juga menyampaikan progres penanganan banjir di wilayah lain di Jawa Barat.
Sebanyak 200 kepala keluarga di Indramayu yang terdampak normalisasi sungai sedang menunggu pencairan dana bantuan. Kang Dedi memastikan proses tersebut sudah berjalan dan tidak akan memakan waktu lama.
Normalisasi sungai yang dilakukan BBWS Cimanuk-Cisanggarung disebut harus terus dilanjutkan tanpa jeda untuk mencegah banjir serupa terulang.
Selina itu juga, Kang Dedi Mulyadi turut memberikan update terkait warga Jawa Barat yang terisolasi akibat bencana banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Dipastikan hari ini mereka dalam keadaan aman, seluruh perbekalannya sudah cukup, dan besok akan saya jemput untuk kembali pulang ke daerahnya masing-masing,” katanya.
Warga Jabar yang tengah bekerja di daerah bencana juga diminta melapor jika mengalami kesulitan.
“Silakan Anda memposting problem-problem Anda dan kami akan menjemputnya,” tambahnya.
Gubernur Jawa Barat juga menegaskan bahwa upaya penanganan tidak hanya dilakukan bagi warga yang berada di Jawa Barat, tetapi juga bagi warga Jabar yang bermukim di provinsi lain dan terdampak bencana nasional.
Banyak warga Jabar yang tinggal di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sehingga koordinasi lintas daerah terus dilakukan.
Di akhir pernyataannya, Kang Dedi mengajak seluruh warga untuk tetap waspada dan peduli lingkungan.
“Tetap semangat, jaga alam, dan jaga lingkungan untuk kemanusiaan,” tutupnya.
sumber : https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7582004204856790290



