STAF KDM KINI BERGERAK KE MUARA GEMBONG BEKASI | BAWA RIBUAN PAKET SEMBAKO

KABUPATEN BEKASI – Tim Staf Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bergerak cepat menuju Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak parah akibat bencana ganda, yakni banjir rob (pasang air laut) dan luapan Sungai Citarum. Kunjungan ini menyoroti kondisi darurat ratusan keluarga yang bertahan di tengah genangan serta mendesaknya kebutuhan infrastruktur penahan air.

Ribuan paket sembako diserahkan langsung kepada warga di Desa Pantai Bakti yang airnya sempat mencapai 90 sentimeter. Selain menyalurkan bantuan, tim juga mendengarkan keluhan dan tuntutan warga terkait solusi permanen bencana tahunan yang menyebabkan abrasi kritis di wilayah tersebut.

Rob Ekstrem dan Luapan Citarum

Muara Gembong, khususnya Desa Pantai Bakti dan Pantai Bahagia, merupakan daerah langganan bencana dengan tingkat keparahan yang meningkat. Warga terdampak melaporkan bahwa rob tahun ini merupakan yang terparah.

Bencana di wilayah ini dipicu oleh dua faktor utama:

1. Rob (Air Laut): Air pasang masuk ke daratan, biasanya terjadi pada pagi hingga siang hari dengan durasi 4-5 jam. Fenomena ini bisa berulang selama 3 hingga 5 hari dalam sebulan, bahkan bisa mencapai satu bulan penuh.

2. Luapan Sungai Citarum: Debit air yang tinggi dari kiriman Waduk Jatiluhur, sementara tidak adanya tanggul penahan yang memadai, menyebabkan air sungai meluap ke permukiman.

Kedalaman air di Pantai Bakti mencapai puncaknya hingga 90 sentimeter, sedangkan di Pantai Bahagia yang posisinya lebih rendah, ketinggian air bisa mencapai 1,5 meter,

Meski kondisi air parah, warga di Muara Gembong menunjukkan ketahanan luar biasa. Mereka dilaporkan tidak bersedia dievakuasi dan memilih untuk bertahan di rumah masing-masing, meskipun akses jalan darat terputus dan harus ditempuh menggunakan perahu selama 1,5 jam dari kecamatan.

Harapan Camat: Tanggul Permanen dan Seawall

Camat Muara Gembong menyampaikan harapan besar kepada Gubernur Dedi Mulyadi terkait solusi jangka panjang bencana ini. Permasalahan utama yang harus segera ditangani adalah infrastruktur penahan air.

1. Pembangunan Tanggul/TPT Citarum: Diperlukan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) atau tanggul permanen pada jalur sungai untuk mengantisipasi luapan air Citarum. Camat mengestimasi kebutuhan pembangunan tanggul sepanjang 7 kilometer di posisi kiri dan 10 kilometer di posisi kanan sungai yang melewati Pantai Bakti.

2. Seawall Penahan Abrasi: Pemerintah Kecamatan juga berharap adanya pembangunan seawall (tembok laut) yang permanen untuk mencegah abrasi. Saat ini, warga hanya mengandalkan karung-karung berisi tanah sebagai penahan seadanya, yang kekuatannya tidak bertahan lama.

Dampak abrasi di Muara Gembong sangat memprihatinkan. Total lahan yang telah tergerus abrasi mencapai 2.500 hektar hingga ke wilayah Pantai Mekar. Ada “saksi hidup” abrasi, yakni tiang listrik yang kini berdiri tegak di tengah lautan, menandakan bahwa daerah itu dulunya adalah daratan tempat kehidupan.

Kisah Menyentuh: Perjuangan Nenek Penjual Ikan dan Pahlawan Warga

Di tengah penyaluran bantuan dari KDM dan Baznas, tim menemukan kisah pilu seorang nenek yang rumahnya rusak parah. Rumahnya miring, tidak memiliki pintu, dan lantai ubinnya ambles. Genangan air rob bertahan selama 5 hari di dalam rumah.

Untuk bertahan hidup, nenek tersebut berprofesi sebagai penjual ikan keliling. Ia mengambil ikan dari pengepul atau tetangga, menjualnya secara eceran, dan melunasi pembayaran setelah laku.

“Sehari dapat (kotor) Rp 50 ribu, untungnya paling suka Rp 20 ribu atau Rp 25 ribu,” ceritanya, menunjukkan perjuangan kerasnya mencari nafkah harian.

Kisah nenek ini menarik perhatian Pak Rino yang dijuluki “Pahlawan Warga” oleh warga karena kepeduliannya. Pak Rino diakui warga sebagai sosok yang selalu membantu warganya, baik dengan tenaga, pikiran, maupun materi.

Pak Rino, yang sudah merawat warga seperti nenek tersebut sejak ia bujangan, berencana menyediakan lahan miliknya dan mencari donatur untuk membangunkan rumah baru yang layak bagi nenek tersebut, sebagai upaya mengatasi kondisi rumahnya yang sudah tidak aman.

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=B0fyoRCl82U